pasang iklan

Pastor Timika Jelaskan Seruan Moral Tak Campuri Urusan Politik

MIMIKA, JAGAPAPUA.COM - Pastor Projo Gereja Katolik Keuskupan Timika Pastor Amandus Rahadat Pr. menyampaikan penjelasan terkait seruan moral yang dikeluarkan beberapa waktu lalu atas kondisi masyarakat Papua akibat konflik bersenjata yang terjadi. Pastor Amandus menjelaskan seorang Imam Projo memiliki 3 fungsi atau tugas yang patut dipahami masyarakat agar menghindari adanya anggapan pastor mencampuri urusan politik.

“Hal pertama untuk mengklarifikasi jangan sampai berita ini muncul dan orang yang tidak memahami khususnya yang bukan Katolik, mereka bilang pastor-pastor itu kenapa campur masalah politik. Maka sebagai Imam Projo, saya ingin menegaskan bahwa seorang Imam punya tiga fungsi (red, tugas),” ujarnya dalam sebuah unggahan video @erasmuszebastian93.

Menurut Pastor Amandus, ketiga fungsi tersebut antara lain menjalankan tugas dalam kegiatan doa, tugas manajerial dan tugas Nabi. Dalam menjalankan tugas Nabi, seorang Imam harus memperhatikan kondisi umatnya dan memperjuangkan kebenaran serta keadilan bagi seluruh umat.

“Tugas yang diberikan oleh Yesus, oleh Gereja. Tugas pertama adalah yaitu imam dan seorang imam tugasnya kegiatan doa-doa, kegiatan liturgi bersama umat, ini jelas. Yang kedua itu adalah dia raja, dia tugas kondisi ‘memenej’ kondisi umatnya, mengatur semua yang perlu agar umatnya bisa hidup baik, tugas manajerial,” jelasnya.

“Dan tugas yang ketiga itulah tugas Nabi, tugas Nabi adalah memperhatikan semua yang terjadi di masyarakat dan bilamana unsur keadilan, kebenaran, kejujuran diinjak oleh siapapun, oleh pemerintah, oleh TNI-Polri oleh TPN-OPM, seorang Imam tidak boleh diam, dia harus bicara,” terang Pastor Amandus.

Pastor Amandus menekankan, seruan pastor untuk mengakhiri konflik dengan gencatan senjata bukanlah bentuk mencampuri urusan politik. Ia menegaskan bahwa seruan gencatan senjata demi keselamatan dan kedamaian masyarakat sebagaimana tugas Nabi yang diemban para Imam Projo.

“Ketua imam projo mengangkat ini dalam kapasitas sebagai seorang nabi dan disinilah kami bicara. Itu hal yang pertama supaya jelas ya, kami tidak mencampuri urusan politik apapun. Kalau mendengar seruan tadi, itu seruan kepada TPN-OPM dan TNI-Polri duduk sama bicara dong, jangan membiarkan berlarut-larut lalu rakyat yang tidak berdosa menjadi korban,” tegasnya.

Sebelumnya, Pastor Katolik Se-Papua mengeluarkan Seruan Moral demi kemanusiaan, keadilan, kebenaran dan keselamatan hidup Orang Asli Papua (OAP) di atas tanah leluhurnya. Dalam rilis pers yang diterima pada Kamis (11/11/2021). Seruan ini dilatarbelakangi oleh sejumlah peristiwa yang terjadi di tanah Papua. Para Pastor menyerukan adanya gencatan senjata dan mengakhiri konflik bersenjata yang telah banyak memakan korban termasuk masyarakat sipil, Orang Asli Papua (OAP) yang tidak berdosa. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery