pasang iklan

Pemuda Suku Wamesa Mandiri Melalui Usaha Servis Barang Elektronik

BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Jhon Waney atau sering dipanggil Wanjho merupakan anak asli tujuh suku Bintuni yang berasal dari suku Wamesa. Sejak lulus SMP di Bintuni, Wanjho melanjutkan studinya ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) II di kota Manokwari, Papua Barat.

Ia mengambil jurusan Elektronika arus lemah. Setelah tamat dengan prestasi baik, Wanjho ingin melanjutkan kuliah namun ia terkendala dana sehingga memilih untuk kembali ke Bintuni.

Memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar elektronika, Wanjho kemudian membuka usaha bengkel  kecil di rumah orang tuanya. Ia mengurus Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebagai persyaratan. Ia membuka usaha perbaikan barang-barang elektronik seperti TV, radio, kulkas, parabola, dll. Selain itu, Wanjho juga sempat bekerja selama satu tahun di Telkomsel.

Tim jagapapua.com menemui Wanjho dan berbincang dengannya yang sedang memperbaiki TV. Ia menjelaskan pengertian dasar tentang elektronika yaitu ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan mengontrol aliran listrik.

“Sejak bersekolah kami belajar dasar-dasar elektronika, sejarahnya, komponen-komponen dasar elektronika seperti resistor, kapasitor (kondensator), induktor (reaktir), transformator dan masih banyak yang lain. Elektronika itu bidang ilmu yang langka dan mudah sebenarnya jika kita mau belajar. Dan saya bersyukur Tuhan mau menjadikan saya sebagai seorang yang tahu akan dunia elektronika,” ujarnya.

Wanjho juga bercerita bahwa ia terkendala untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, ia mengalah dan memilih membangun usaha sendiri. Wanjho yang merupakan enam bersaudara itu, memiliki adik-adik yang masih bersekolah dan kakak-kakaknya juga ingin melanjutkan kuliah.

“Hari ini saya sedang memperbaiki TV tetangga, saya coba membaca jalur pada TV dan mengecek tegangan TV LED dan tabung. Hal pertama yang saya lakukan yaitu hubungkan pena kabel hitam (-) ke jalur ground negatif mainboard TV atau mesin TV di sekitar trafo switching,” jelasnya.

Wanjho sering diminta untuk memperbaiki Parabola. Uang yang ia dapat kemudian digunakan untuk membeli komponen yang kurang dan sisanya untuk keperluan sehari-harinya. Ia saat ini memiliki rumah sendiri dari hasil reparasi TV yang di dalamnya nampak ratusan TV yang ia perbaiki. TV ini sudah selesai diperbaiki dan tinggal menunggu pemilik mengambilnya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery