pasang iklan

Soroti Isu Keamanan, Ini Pesan Pdt Kingmi Benny Giay ke Presiden

TIMIKA, JAGAPAPUA.COM - Pada Jumat, 5 November 2021, Pdt Dr. Benny Giay bersama Badan Pengurus Sinode Gereja Kemah Injil KINGMI di Tanah Papua periode 2015-2021 resmi mengakhiri masa jabatan setelah menyampaikan laporan pertanggungjawaban dalam Konferensi Sinode XI yang digelar di Gereja KINGMI Jemaat Martin Luther Amungsa, Mile 32 Timika pada Kamis (4/11/2021).

Khusus Pdt Benny, ia menjabat dua periode atau selama 10 tahun sejak Tahun 2010 lalu. Ditemui di sela-sela persidangan, Pdt Benny menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan Gereja KINGMI dalam 10 tahun terakhir dan juga mengenai isu-isu di Papua.

Tidak hanya fokus dalam pembinaan internal, Gereja KINGMI juga terus mengikuti isu sentral yang ada di papua. Menurut Pdt Benny, ada empat isu terkait Papua. Pertama, rasisme dan diskriminasi. Kedua, adanya pemekaran daerah tapi urusan pendidikan, kesehatan dan ekonomi tidak diseriusi oleh pemerintah. Ketiga, ada masalah antara orang Papua dengan Indonesia tentang kehadiran pemerintah Indonesia di Papua secara sejarah dan politik. Keempat, kekerasan dari keamanan negara yang dianggap kebal dan tidak pernah diproses secara hukum.

Pdt Benny mengungkapkan, beberapa waktu lalu para pimpinan gereja berkunjung ke LP Abepura untuk melihat anak-anak muda yang mengantar senjata dan amunisi ke OPM di Lanny Jaya. Persoalan ini sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

“Jokowi bagaimana, ini tanda pembiaran. Masa negara yang di atas kertas mengaku diri melawan separatisme tapi dalam praktek malah suburkan separatisme supaya tambah pasukan lagi, kekerasan jalan terus, orang Papua terus terbunuh. Ujung-ujungnga apa, orang Papua akan punah,” ucapnya.

Ditambah lagi dengan adanya label teroris, pemekaran provinsi, otonomi khusus jilid dua yang dilakukan secara sepihak oleh pemerintah tanpa konsultasi kepada orang Papua. “Ada Pancasila, Undang Undang, kenapa tidak ada sesuatu positif yang bisa kami pegang sebagai itikad baik dari Jakarta menghentikan lingkaran kekerasan yang terus dibiarkan terjadi,” tegasnya.

Untuk itu ia menyarankan, agar pemerintah bisa membuka diri melakukan dialog dengan kelompok-kelompok yang dianggap berseberangan seperti OPM dan ULMWP atau United Liberation Movemment for West Papua.

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery