Yosep dan Simon, Siswa SD Inpres Yensei, Distrik Wamesa, Bintuni. [Foto: JP/MW]
WAMESA, JAGAPAPUA.COM - Dua siswa SD Inpres Kampung Yensei di Distrik Wamesa, Teluk Bintuni, Yosep dan Simon nampak tak bersekolah hari ini, Selasa (2/11). Tim jagapapua.com kemudian menemui dan berbincang dengan Yosep yang saat ini duduk di kelas 3 dan adiknya Simon duduk di kelas 1 SD Inpres Yensei. Keduanya nampak tak berseragam meskipun di hari aktif sekolah.
Yosep mengatakan bahwa ia dan adiknya hari ini tidak bersekolah karena sekolah mereka SD Inpres Yensei ditutup. Sedangkan kakak Yosep nampak berseragam dan bergegas berangkat ke sekolahnya.
“Saya tidak sekolah abis kitorang punya sekolah paguru dorang tutup. kita punya sekolah tutup dan paguru ada turun ke kota Bintuni,” kata Yosep kepada jagapapua.com, Selasa (2/11).
Yosep dan Simon mengaku tidak mengetahui alasan sekolah mereka ditutup. Keduanya juga tidak mengetahui kapan sekolah kembali dibuka dan guru mereka tidak memberikan pemberitahuan maupun tugas sekolah untuk dikerjakan. Sedang orang tua mereka bekerja, ayahnya sebagai nelayan dan ibunya sebagai pelayan di gereja Kampung Yensei.
“Tidak tau kapan kami akan bersekolah lagi, karena bapak guru dorang tidak kasih tau, dorang langsung pergi. Jadi bukan saja saya dengan Simon yang tidak sekolah tapi kitorang punya teman-teman dorang ada tinggal di kampung dorang juga tidak sekolah,” tambahnya.
Akibat sekolah ditutup, Yosep mengatakan, teman-teman sekolahnya sebagian pergi ke kebun milik orang tuanya untuk bermain perahu. Di sisi lain, para siswa SD Inpres Yensei ini berada dalam ketidakpastian kapan mereka akan kembali bersekolah sebagaimana siswa lain pada umumnya.
Kondisi tersebut diharapkan dapat segera mendapat perhatian dari pemerintah setempat agar pendidikan bagi generasi penerus bangsa dapat terus berjalan dengan baik. Situasi pandemi Covid-19 ataupun kondisi lain tidak menjadi alasan untuk terhentinya proses belajar para siswa di Bintuni, khususnya di SD Inpres Yensei, Distrik Wamesa. (MW)
Share This Article