pasang iklan

HUT MRP ke-16 Tampilkan Budaya dan Produk 5 Wilayah Adat Papua

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Majelis Rakyat Papua (MRP) yang ke-16, telah dilaksanakan pameran budaya dan hasil-hasil kerajinan tangan khas Papua dari lima wilayah adat di Papua. Pameran Budaya dan kerajinan ini berlangsung di halaman kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) kota Jayapura, Rabu 28/10/2021.

Pada kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, juga diikuti dengan acara peluncuran buku dan album khas Papua. Selain itu, acara HUT MRP ini juga menawarkan beraneka ragam cita rasa kopi dari berbagai wilayah di Papua.

"Disini kami menghadirkan kerajinan tangan khas Papua dari 5 wilayah adat di provinsi Papua, yaitu dari wilayah Tabi/Mamta,Saireri, Lapago, Meepago, dan Animha. Juga tersedia kopi dari pegunungan Papua. Kemudian hari Sabtu nanti, peluncuran lagu-lagu bahasa daerah yang akan digelar di Kafe Reggae Holtekam,” ucap Ketua MRP, Timotius Murib dalam sambutannya.

Timotius Murib mengatakan peringatan hari jadi Majelis Rakyat Papua (MRP)akan menjadi momentum merefleksikan keberhasilan dan agenda-agenda yang telah dilakukan selama 16 tahun ini. Ia menambahkan, akan ada stand buku khusus yang berisi hal-hal yang telah dikerjakan MRP. Menurutnya, semua telah dirangkum dalam satu buku yang diterbitkan MRP sebanyak 20 ribu eksemplar.

"Selama 16 tahun, apa saja yang dilakukan oleh MRP? Yang sesuai dengan visi dan misi penyelamatan tanah dan manusia untuk mewujudkan keberpihakan, perlindungan, dan pemberdayaan orang asli Papua? Semua ada, dan dibuat dalam satu buku untuk diberikan gratis, siapa saja dapat memilikinya dan dibaca, Sehingga masyarakat tahu apa saja yang sudah kami lakukan,” ucap Murib.

Sisi lain dari meriahnya HUT MRP ini, Timotius Murib sebagai Ketua MRP mengungkapkan kekecewaan kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, terhitung 13 kali mendatangi Papua, Presiden idak pernah mendatangi, menginjakkan kaki di kantor MRP yang merupakan honai orang-orang Papua.

"Ya saya kesal, kecewa. Presiden sudah 13 kali datang ke Papua namun tidak pernah datang di sini. Kantor MRP adalah honai masyarakat Papua, MRP merupakan representasi kultural yang resmi dibentuk negara, seharusnya Presiden datang dan singgah di kantor ini. Dan kemudian kita duduk bersama-sama bicara sehingga aspirasi masyarakat Papua bisa dibangun kembali,dari Sabang sampai matahari terbit,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, dikarenakan Presiden tidak pernah singgah di kantor MRP, Presiden Jokowi tidak menahami aspirasi orang asli Papua. Menurutnya, hal itu termasuk dalam perubahan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Papua (UU Otsus Papua).

"Jokowi itu orang baik, presiden baik, seharusnya ketika ke Papua, kami berharap dapat menyinggahi honai kami, honai orang Papua, yaitu kantor MRP,” tutupnya. (LR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery