Malam Inagurasi Doa Pemberkatan di Gereja Bethel Idoor. [Foto: JP/MW]
IDOOR, JAGAPAPUA.COM - Sebanyak 150 putra-putri sekolah minggu jemaat Bethel Idoor dan 50 orang tua nampak menghadiri Malam Inagurasi doa pemberkatan bersama pendeta Hans Wanma di Gereja Bethel Idoor, 10 Oktober 2021.
Dalam Malam Inagurasi itu, sejumlah orang tua dan anak-anak hadir membawa alat-alat yang sebelumnya telah dipesan untuk dibawa ke gereja pada sore hari untuk didoakan menjadi berkat. Alat-alat itu seperti parang, panah, noken pencari ikan, jaring penangkap ikan milik orang tua yang dibawa ke gereja. Sedangkan anak-anak sekolah membawa tas, buku, pensil dan bolpoin untuk didoakan dan diberkati oleh Pendeta Hans Wanma.
“Sekolah minggu di Papua, peradaban di tanah ini dan bangsa Papua ada 267 suku mulai dari suku terkecil yakni suku Nalka di kepala air Mamberamo sampai suku Biak suku terbesar. Kemudian yang ada di 3 wilayah adat orang Idoor dan secara khusus sekolah dan anak-anak sekolah minggu Soundak School (saat itu). Dari Idoor itu dibawa ke Belanda dalam sebuah konferensi yang dilaksanakan di Utrecht Belanda, Jemat Idoor dan anak-anak dari Idoor menjadi icon untuk akan dibukanya sekolah.”
“Yang tadi itu tahun 1917 tetapi konferensinya 1916 pertama sekolah yang dibuka di Mansinam Civil Bos School Onder Wilson yang dibuka oleh Pendeta Van Hasselt tapi di tahun 1906 itu sudah ada sekitar 200-300 sekolah yang dibuka. Tetapi Idoor menjadi tonggak untuk lahirnya sekolah-sekolah yang berikutnya di atas tahun 1917. Supaya anak-anak yang dikirim ke Mansinam dan ketika Isak Semuel Keine datang tahun 1923 tahun 1025 dipindahkan ke Wondama, sampai dengan itu anak-anak Idoor itu selalu ada,” terangnya dalam jumpa pers (10/10).
Menurut pendeta Hans Wanma, ia melihat berkat yang ada di tete Enos Samaduda dan lainnya, ia tidak mau berkat itu terputus dan menghendaki ada regenerasi. Ia pun memberikan contoh yakni setelah Max Samaduda nanti siapa orang Idoor yang ada di perusahaan Dunia BP. Contoh lainnya, Deki Kawab yang menjadi Bupati, maka siapa lagi anak-anak Idoor yang akan menjadi Bupati.
“Malam ini doa berkat yang merupakan sebuah kebangkitan karena kita lakukan dalam rangka 111 tahun emas. Dan juga bulan Oktober adalah bulan GKI dimana kita di Sinode punya 4G. Saya kebetulan sebelum datang ke sini, bekerja di departemen misi dan penginjilan di Sinode untuk melayani suku-suku terasing dan saya pikir-pikir ini mewakili semua suku dan hari ini luar biasa, harus kita lakukan sebelum menjelang HUT PI ke-111 tahun dan berkat ini harus dikembalikan ke Idoor sebagai pusat peradaban mereka yang ada di Teluk Sisarmatiti atau teluk Emas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Idoor juga menjadi ikon sesuai laporan Sendelin Vanbalen, Sendelin Derek Banner Steringberk dan Sendelin Meybes yang waktu itu bertugas di Fak-fak mendatangi Idoor tahun 1911. Mereka melihat Idoor saat itu menjadi ikon karena dari konsumsi makanan yang bergizi yakni koswasi (siput) dan sayur-sayuran yang hijau dengan buah-buah yang segar.
“Menurut Sendelin Meybes bahwa anak-anak Idoor IQ-nya di atas rata-rata, makanya ada Doktor John Nasi, ada juga Insinyur Mahadepa dan lain-lain yaitu anak Idoor yang sekolah di Jepang. Hari ini itu sudah tidak ada lagi. Dengan demikian tujuan kita bikin pemulihan di malam ini agar Tuhan berkati anak-anak itu dan juga terutama kita punya perempuan-perempuan Idoor akan melahirkan anak-anak lagi yang akan diberkati dan akan memimpin tanah dan bangsa ini 5 tahun, 10 tahun atau 100 tahun ke depan,” ujarnya.
Di malam pemberkatan itu juga banyak benda, alat peramu, berburu, pertanian, nelayan yang dibawa ke dalam gereja untuk didoakan. Menurut pendeta bahwa dulu alat-alat ini seperti parang dan panah dipakai untuk membunuh atau mereka berperang waktu itu untuk kepentingan sukunya sendiri.
“Dan saya berpikir toga yang saya pakai 20 tahun ini melayani di GKI di tanah Papua itu adalah hasil dari Koswasi (siput, hasil dari dendeng atau daging rusa atau kijang yang dikeringkan terasa asin, hasil dari sagu Idoor, yakati, yensei, naramasa dan mamuranu,” ujarnya. (MW)
Share This Article