pasang iklan

111 Tahun Pekabaran Injil di Idoor, Ini Pesan Pendeta Hans Wanma

IDOOR, JAGAPAPUA.COM - Pendeta Hans Wanma STH menyampaikan pesan-pesan penting kepada para jemaat dalam Perayaan 111 Tahun Pekabaran Injil di Tanah Rorendey Kampung Idoor, Bintuni. Ia menyampaikan, Tiga dalam Satu Satu, dalam tiga ini tahun berkat sesuai dengan nyanyian rohani nomor 3 dan nomor 111.

“Dengan demikian 11 hal yang saya sampaikan dalam sebuah firman karena 111 maka itu menjadi satu berkat bagi orang Idoor yang pertama adalah Injil masuk di Idoor, pengakuan dan berkat, kesaksian hidup pribadi, kesaksian akan pemeliharaan Tuhan dan penyertaan Tuhan, cinta kasih yang luar biasa untuk Idoor dan yakati, kerja sama pelayanan, Injil adalah kekuatan Allah, persekutuan dan Kasih setia, dengar-dengaran, dan takut akan Tuhan.

“Mereka mencintai pekerjaan, mereka itu harus punya hidup yang mengasihi, harus ada persekutuan, harus ada berkat yang ketiga itu ada. Dengan demikian kita lihat dari latar belakang seperti kita lihat guru Piter Lakabesi harus lehernya dipancung oleh hanya karena orang Idoor. Itu menandakan cinta kasih yang luar biasa untuk tanah dan tempat ini,” ungkap Pendeta Hans.

Ia menekankan, hal-hal tersebut di atas menjadi sesuatu yang harus dimaknai dan diperhatikan oleh orang Idoor serta dilaksanakan sepanjang hidup sebagaimana Firman yang telah disampaikan. Ia menambahkan, bahwa di Idoor Tuhan Allah ada dan menjadi kota emas yang diimpikan oleh 7 suku dan 267 suku dari 7 wilayah adat mulai dari suku Nalka suku terkecil di wilayah Mamberamo sampai suku Biak suku terbesar dan 7 wilayah adat ini, Idoor merupakan tempat peradaban.

“Idoor merupakan tempat, sesuatu untuk menentukan segala apa seperti apa yang tadi saya sampaikan dari kata-kata Ishak Samuel Kain bahwa di Tanah ini kita pemegang kemudi dari kapal itu dan bahkan kita yang menentukan tempat arah. Dan tempat ini akan menentukan arah untuk kapal ini akan meluncur dan kita akan melihat tanda heran,” ucapnya.

“Yang ketiga secara khusus untuk anak-anak Idoor yang menjadi tuan dan nyonya hari ini adalah berkat tadi malam kita sudah berdoa berkat. Dan hari ini 4 pendeta tambah dengan tadi berkati kita tinggal di sini. Kita akan melihat hal itu satu dua waktu ke depan perempuan-perempuan Idoor akan melahirkan anak-anak yang hebat, anak-anak laki-laki akan menjadi tuan dan nyonya dimana-mana,” tambahnya.

Berkaitan dengan registrasi Tugu Penginjilan di tanah Idoor, pendeta Hans Wanma menambahkan bahwa Tugu tersebut harus dijaga dengan baik. Sebagai mantan direktur pengelola situs baik di Pulau mansinam dan di GKI tanah Papua, Pendeta Hans berpesan untuk Tugu Penginjilan Idoor dijaga karena bernilai sejarah dan sangat penting untuk masa depan generasi Idoor.

“Saya mantan direktur pengelola situs baik di Pulau mansinam dan di GKI tanah Papua. Jadi seluruh situs yang ada di tanah Papua ini saya mengaturnya baik yang ada di Mauri, Teminabuan, Serui, dan yang ada di Idoor secara khusus ini harus dijaga. Karena punya masa depan dan punya rahasia,” ujarnya.

“Sekali lagi saya katakan, rahasia untuk Negara dan Bangsa Indonesia karena di tempat ini juga Ir Soekarno seperti sejarah yang pernah kita belajar, juga di tempat ini dari Windesi bapak Siondey atau Samarai dengan pendeta Vanbalen menguji iman; juga di tempat ini ada mimpi ada visi dan misi pendeta ke depan harus diperhatikan oleh Pemerintah mungkin dibuat tempat atau musium untuk kita menaruh foto atau dokumen dan saya bersedia memberikan dokumen itu untuk menyongsong tahun emas 115 di 11 Oktober 2015,” katanya.

Ia berharap anak-anak Idoor dapat dididik sebaik mungkin termasuk harus mengambil kursus Bahasa Inggris guna mendukung sektor wisata Idoor di masa depan. Hal ini diharapkan dapat menjadi perhatian Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Bintuni agar mempersiapkan SDM yang mengenal dan memahami peradaban tanah kelahirannya.

“Jadi kita punya anak-anak yang kenal peradaban duluan supaya ketika ada orang datang, orang asing atau turis mereka memberikan penjelasan yang baik dan itu menjadi pendapatan daerah. Karena kita di Bintuni orang akan datang untuk wisata keindahan alam dan wisata religi karena kita punya kampung, kita juga punya Tugu Penginjilan di Idoor tanah Rorendey dan beberapa tempat yang ada di sekitar itu,” jelasnya.

“Mengapa saya merekomendasikan Pendeta muda untuk memberkati kita karena pendeta ini adalah Ketua Majelis Jemaat Shalom Yopmios di pagar klasik dan adalah salah satu dari pendeta GKI kami hari ini berjumlah 1156 pendeta dan pendeta Waney melanjutkan pekerjaan dari tete Enos Samaduda. Dan barisan anak-anak tidur yang akan menjadi pendeta lagi. Dengan demikian beliaulah yang punya hak untuk memberkati umat Idoor. Sedangkan saya sendiri yakni pendeta Hans Wanma STH hanya memimpin ibadah dan doa berkat dilakukan oleh anak Idoor sendiri sebab hanya anak Idoor sendirilah yang mampu menerjemahkan mimpi anak Idoor. Orang lain tidak bisa,” tutupnya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery