pasang iklan

Belum Investasi di Biak, BRIN Masih Kaji Lokasi Bandara Antariksa

JAGAPAPUA.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan bekerja sama dengan konsorsium swasta untuk membangun bandara antariksa yang menjadi salah satu syarat agar BRIN dapat memulai pembangunan roket pengorbit satelit.

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN Erna Sri Adiningsih mengatakan, pihaknya belum berinvestasi apapun dan masih mengkaji beberapa lokasi untuk pembangunan bandara roket pengorbit satelit. Menurutnya, selain Biak, Morotai adalah salah satu dari beberapa lokasi lainnya yang dipilih sebagai alternatif lokasi bandara.

"Biak bukan satu-satunya lokasi ideal dan BRIN belum investasi apapun. Saat ini, BRIN masih melakukan evaluasi terhadap perencanaan awal. Kajian serupa juga sudah dilakukan di beberapa lokasi lainnya," ujarnya, Minggu (26/9).

Erna juga menyampaikan terkait komunikasi Space X dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang saat ini berganti menjadi BRIN bukan berkaitan dengan pembangunan bandara antariksa. Menurutnya, Space X saat itu membantu memetakan lokasi penerbangan penumpang komersial antarbenua dengan menggunakan roket agar lebih hemat energi dan waktu dibandingkan jika menggunakan pesawat.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, terdapat dua syarat yang harus dipenuhi untuk pembangunan roket yaitu kesiapan lahan untuk bandara dan investor. Menurut Handoko, posisi geografis Indonesia cukup berpotensi dan strategis untuk pembangunan bandara antariksa ini.  

"Kita akan bermitra dengan konsorsium swasta. Bandara ini nantinya bukan sekadar fasilitas negara untuk riset, tetapi juga untuk bisnis peluncuran satelit. Indonesia berharap memiliki kemandirian dalam meluncurkan satelit untuk komunikasi, surveilans, mitigasi perubahan iklim, mitigasi bencana, dan sebagainya," tambahnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (143)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery