pasang iklan

Jembatan Putus Hambat Aktivitas Warga 6 Kampung di Distrik Nenei

MANSEL, JAGAPAPUA.COM - Warga Distrik Nenei kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat mengeluhkan kondisi jembatan yang putus telah menghambat aktivitas warga setempat. Hal itu disampaikan dalam sebuah unggahan Facebook yang dibagikan dan beredar di tengah masyarakat.

Akibat putusnya jembatan yang menghubungkan 6 kampung di distrik tersebut, warga termasuk para pelajar terpaksa harus menyeberangi sungai dengan arus sangat deras. Bahkan, menurut pengakuan salah seorang guru sekolah setempat, banyak pelajar yang tidak masuk sekolah karena akses jembatan yang putus susah untuk dilalui.

“Beberapa hari ini, kami sebagai guru terkadang hanya menunggu siswa datang ke sekolah ternyata hanya beberapa yang datang karena jembatan ini tidak bisa lagi dilalui oleh siswa” ungkap salah seorang guru melalui akun medsos, Rabu (22/9). 

Keluhan yang sama juga disampaikan guru lain yang mengatakan bahwa guru dan para pelajar terpaksa membuka sepatu dan memasang kembali sepatunya di sekolah setelah melewati sungai tersebut.

“Jadi kalau lagi hujan turun jangan harap anak-anak ke sekolah dari 3 kampung Hiyou, Sesum, dan Benyas sehingga dipastikan mereka tidak datang lagi ke sekolah” katanya.

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa jembatan tersebut telah terputus pasca dibangun secara swadaya oleh warga dan anggota TNI-AD yang sempat bertugas disana. Warga sangat menyayangkan hal itu karena jembatan tersebut merupakan akses alternatif yang sangat dibutuhkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Warga setempat berharap perhatian pemerintah kabupaten Manokwari Selatan dan dinas terkait untuk segera membangun kembali jembatan ini. Dengan demikian, para pelajar tidak terganggu dan aktivitas warga berjalan lancar. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery