Warga Lakukan Persiapan Jelang Peringatan HUT Pendaratan Injil di Idoor. [Foto: JP/MW]
BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Warga Distrik Wamesa nampak tengah melakukan persiapan peringatan HUT Pendaratan Injil di Kampung Idoor tanah Rorandei. Persiapan sejauh ini secara fisik ornamen tugu peringatan telah selesai dicat dengan rapi. Panitia nampak menjahit atap dari daun nipa untuk menutup dapur konsumsi.
Tugu tersebut adalah Tugu Pendaratan Injil saat masuk di tanah Rorandei Idoor yang dibangun atas usul dari kepala distrik yakni Hebron Idorway, salah seorang putra asli daerah setempat. Upaya sang promotor ini berbuah baik dan hingga kini sangat bermanfaat sebagai aset bagi pemerintah distrik dan bagi masyarakat Idoor.
Selain itu, tugu tersebut juga sebagai simbol atau tugu peringatan penginjilan sejak tahun 1911 yang saat telah mencapai lebih dari satu abad dan akan diperingati pada 11 Oktober mendatang. Untuk peringatan tersebut, saat ini panitia sedang mendirikan tenda dan menyiapkan dapur untuk keperluan konsumsi. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Panitia Hebron Waney, Senin (20/9).
“Kami sudah pada tahap persiapan yakni mendirikan tenda-tenda dan dapur untuk ibu-ibu masak. Kami juga berharap ada perhatian dan bantuan pemda Bintuni untuk mendukung kami panitia guna kelancaran terlaksananya HUT Pendaratan Injil di Tanah Rorandei ini. Kami perkirakan tamu undangan bisa mencapai 1.000 lebih dan ini benar-benar beban besar bagi kita di tengah situasi Covid-19,” ujarnya.
Hebron juga berharap para tenaga medis juga dapat mendukung persiapan panitia dan mengarahkan agar pelaksanaannya sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Dalam tahap persiapan ini, ia berharap kehadiran pemimpin distrik untuk keperluan koordinasi kegiatan. Hebron menyampaikan terima kasih kepada pihak gereja yang banyak membantu panitia.
“Hingga kini bantuan belum kunjung ada. memang sudah ada beberapa yang melalui catatan mereka untuk menyumbang seperti telah kami terima satu catatan dari salah satu keluarga yang akan menyumbang 100 karton air mineral. Masih banyak yang kurang dan belum terpenuhi,” tambahnya.
Menurut Hebron, saat ini pihaknya tengah membahas kekurangan persiapan acara. Hebron berharap listrik tetap menyala 24 jam. Menurutnya, listrik kampung Idoor hanya menyala saat Senin dan Kamis. Sedangkan untuk acara tersebut akan dihadiri banyak tamu undangan dan keperluan lainnya. (MW)
Share This Article