pasang iklan

Cerita Nakes di Kiwirok, Dianiaya KKB Hingga Dilempar ke Jurang

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM - Marselinus Ola Attanila, salah seorang nakes dari sembilan nakes korban selamat dari serangan KKB di Kiwirok menceritakan detik-detik serangan hingga aksi kekejaman KKB yang dialami para nakes.

Menurut Ola, pada hari itu para nakes telah bersiaga karena mendapat kabar bahwa akan ada serangan KKB terhadap Pos Pengamanan Perbatasan (Pos Pamtas). Akan tetapi para nakes ini tidak menyangka bahwa puskesmas menjadi sasaran pertama yang diserang oleh puluhan anggota KKB. Mereka masuk dan memecahkan kaca kemudian menyiram dengan bensin dan membakar puskesmas.

Ola mengatakan, para pelaku ini kemudian mendatangi dan membakar barak dokter yang saat itu menjadi tempat persembunyian dokter, suster dan mantri. Dokter dan nakes terpaksa keluar untuk menyelamatkan diri. Kemudian para pelaku menggiring dokter dan menendangnya ke jurang.

Selain itu, pelaku juga membakar barak medis yang menjadi tempat persebunyian Ola dan tiga suster lainnya. Menurut Ola, para pelaku juga telah mengepung barak medis tersebut saat Ola dan para suster hendak keluar untuk menyelamatkan diri. Karena merasa terjepit, akhirnya Ola dan ketiga suster terpaksa melompat ke jurang.

“Saat itu kami berempat bersembunyi di kamar mandi, namun karena mereka mulai membakar, kami pun keluar tapi mereka ternyata telah menunggu di depan barak dengan senjata lengkap dan panah. Lalu kami ke belakang mereka juga ada disana, sementara api semakin membesar. Saya yang lompat pertama lalu diikuti tiga suster. Saya tersangkut di akar pohon. Ada juga yang tersangkut di semak-semak,” ujar Ola.

Ketika sampai di bawah jurang, tidak disangka para pelaku justru turun dan mengikuti nakes. Mereka menemukan ketiga suster namun tidak menemukan Ola yang saat itu bersembunyi diantara tebing dan akar pohon. Ola mengaku dirinya menyaksikan langsung tiga suster rekannya dianiaya, ditelanjangi hingga pingsan. Ketiga suster kemudian dilempar ke jurang.

“Saat menemukan ketiga suster, mereka langsung kumpulkan dan melakukan tindakan tidak manusiawi. Ketiganya ditelanjangi, disiksa, wajahnya dipukul  bahkan ada yang ditikam. Membuat ketiga suster ini tidak berdaya dan pingsan,” beber Ola.

Suster A dan Kristina Sampe sadar dari pingsannya dan berhasil selamat. Sedangkan suster Gabriella Meliani meninggal dunia. Suster Kristina dan Gabriella Meliani akhirnya ditemukan dua hari pasca kejadian. Hingga kini seluruh nakes telah dievakuasi, sementara jenazah Gebriella telah diangkat dari jurang dan tengah menunggu proses evakuasi menggunakan helikopter TNI. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery