pasang iklan

Pasca Akui Serang Posramil Kisor, TPNPB Minta Presiden Berunding

JAGAPAPUA.COM - Setelah mengakui bertanggung jawab atas penyerangan terhadap Posramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat pada Kamis (2/9) lalu, TPNPB-OPM melalui Juru Bicaranya Sebby Sambom meminta pemerintah menghentikan operasi militer dan meminta Presiden Joko Widodo untuk membuka perundingan.

“Kami dengan tegas menyampaikan kepada pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo agar segera hentikan operasi militer dan duduk di meja perundingan dengan kami karena perang pembebasan nasional Papua Barat yang dilaksanakan oleh TPNPB-OPM tidak akan berhenti sampai disini. Perang akan berlanjut terus sampai Papua merdeka penuh dan perang akan berhenti,” ujarnya dalam sebuah video yang beredar, Senin (6/9).

Lebih lanjut, TPNPB-OPM meminta perhatian pihak gereja di Papua, masyarakat Internasional hingga Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) terkait dengan operasi militer di Papua.

“Kami terima laporan mulai tanggal 4 itu masyarakat di wilayah Maybrat semua mengungsi di hutan-hutan ada banyak kampung yang mengungsi di hutan. Oleh karena itu kami minta perhatian oleh semua pihak baik gereja dan juga masyarakat internasional juga PBB karena Indonesia selalu melakukan operasi militer dengan brutal dan masyarakat sipil menjadi korban penangkapan sewenang-wenang,” katanya.

Sebby kembali menekankan, TPNPB-OPM meminta Presiden untuk hadir berunding dan membicarakan persoalan status politik Papua di bawah pengawasan PBB.

“Oleh karena itu Presiden Joko Widodo, sekali lagi kami ingatkan untuk anda membuka diri, kita di meja perundingan untuk bicarakan masalah status politik bangsa Papua Barat di bawah pengawasan PBB,” tutup Sebby.

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery