pasang iklan

Janji Manis untuk Duta Petani Milenial di Pegaf Papua Barat

PEGAF, JAGAPAPUA.COM - Barto Inden merupakan pemuda asal Pegunungan Pegaf (Pegaf) yang didaulat menjadi Duta Petani Milenial perwakilan Papua Barat oleh Menteri Pertanian RI pada Agustus lalu terus mengembangkan sektor pertanian di daerahnya bersama masyarakat sekitar.

Pasca pengukuhan Barto Inden sebagai Duta Petani Milenial Papua Barat tidak lantas mendapat dukungan dari pemerintah terutama dari Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo. Kepada jagapapua.com, Jumat (3/9), Barto mengaku bahwa hingga kini dirinya tidak mendapatkan dukungan, bantuan maupun pendampingan apapun dari pemerintah.

“Sekarang ini tidak ada dukungan dari pemerintah siapapun juga. Saya kemarin perwakilan dari Papua Barat dikukuhkan oleh bapak Menteri Pertanian sebagai Duta Petani Milenial, namun sampai sekarang belum ada dukungan juga,” ujarnya.

Barto yang dikukuhkan pada 6 Agustus lalu di Bogor Jawa Barat mengatakan bahwa pada saat pengukuhannya, Mentan RI mengatakan tujuan program Duta Petani Milenial untuk mendorong para milenial di daerah menekuni bidang usaha terutama di sektor pertanian yang juga merupakan program Kementan RI.

“Janji bapak Mentan itu, hanya sampaikan bahwa saya dikukuhkan Duta Petani Milenial ini tujuannya untuk terjun ke dunia usaha dan ini untuk membantu programnya Mentan. Tapi untuk bantuan tidak sampaikan apa-apa juga. Sampai sekarang ini tidak ada bantuan modal usaha apapun juga,” ungkapnya.

Barto mengaku dirinya bersama pemuda-pemuda Pegaf terus bergerak dan telah membentuk kelompok tani akan tetapi belum mendapatkan perhatian sama sekali dari pemerintah termasuk Mentan RI.

“Sekarang kami sudah bentuk kelompok tani di masing-masing pemuda lokal, dan sekarang sudah jalan. Sekarang ini kami sudah bentuk kelompok namun belum ada bantuan apapun untuk kami kelompok tani yang sudah dibentuk,” ujarnya.

Barto yang merupakan alumnus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari kembali ke kampung halamannya di Pegaf bekerja sama dengan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Bentara Papua bersama masyarakat belajar tentang pertanian dan budidaya tanaman kopi.

“Kalau saya sendiri sekarang sudah buka lahan untuk kopi dan sekarang sudah saya tanam. Mereka (masyarakat) mendapat bibit kopi dan pendampingan dari LSM Bentara Papua yang sekarang ada bersama masyarakat di pegunungan Arfak untuk mendampingi mereka di pegaf,” jelasnya.

Selain Mentan Syahrul Limpo, Stafsus Presiden Joko Widodo, Billy Mambrasar juga tidak ada perhatian sama sekali. Barto berharap pemerintah terutama Mentan RI dan Billy Mambrasar dapat memberikan perhatian bagi para petani milenial di Pegaf Papua Barat berupa Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

“Iya jadi waktu itu dari Kakak Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden untuk berikan bantuan tapi sekarang belum juga. Yang diharapkan sekarang kalau dari saya itu, bantuan Alsintan, dan juga pembangunan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) di pegunungan Arfak. Tujuan P4S ini ada sebagai pusat pelatihan bagi petani dan juga pemuda milenial untuk belajar pengembangan usaha-usaha di pegunungan Arfak,” jelasnya.

Sebagai Duta Petani Mienial, Barto Inden terus bertekad mendorong lahirnya banyak petani milenial di Pegaf dan Papua Barat. Ia tidak akan berhenti dan terus berupaya menebar manfaat, memberdayakan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan sektor pertanian untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tidak perlu promosikan diri untuk sukses dalam waktu yang cepat tetapi ikuti proses yang ada untuk terjun dalam dunia usaha lalu belajar dengan serius maka kesuksesan akan terwujud dengan sendirinya. Kuncinya adalah utamakan Tuhan dalam segala pekerjaannya,” ujarnya. (Uma)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery