BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - PT Sipil Bintuni harus mengalami biaya double handling dikarenakan tujuh komponen dasar yang menjadi sistem pengelolaan manejemen dasar dalam meningkatkan pendapatan daerah tidak dapat dilakukan di dermaga Bintuni. Sebaliknya, hal itu harus dilakukan di Kota Sorong.
Keberadaan dermaga Bintuni diharapkan menjadi sarana vital untuk mendukung pendapatan kota Bintuni. Akan tetapi cukup disayangkan untuk keperluan pelayanan bagi pelanggan yang menggunakan jasa kapal Filder atau kapal-kapal kecil yang bisa masuk dermaga Bintuni terkena biaya double handling di Sorong dengan alasan PT Sipil Bintuni mendukung para relasinya dan para pelanggannya.
Salah seorang pegawai PT Sipil Bintuni, Arif menjelaskan komponen-komponen dasar pengelolaan yang tidak dilakukan di dermaga Bintuni oleh PT Sipil Bintuni namun dilakukan di dermaga Sorong adalah alat yang digunakan untuk mengangkat barang dari kapal ke darat. Lalu komponen kedua alat untuk menurunkan dari sasis ke lapangan penumpukan. Komponen ketiga yaitu armada truck seperti trailer dan tronton, untuk mobilisasi dari dermaga ke lapangan penumpukan. Kemudian komponen keempat adalah biaya penumpukan per kontainer per dis per hari secara normal berkisar Rp. 65 Ribu.
“Memang rata-rata 25 kontainer dikali Rp. 65 Ribu kemudian dikali berapa hari selama penumpukan tersebut di Kota Sorong. Hal ini yang menyebabkan biaya double handling ditagih dan diperkirakan ratusan juta rupiah harus dibayar,” jelasnya.
Arif menjelaskan apanila Tujuh komponen tersebut dilakukan di kota Bintuni dengan standar dermaga yang baik maka peningkatan pendapatan di Bintuni akan lebih Baik. Artinya biaya di Sorong itu menybabkan selisih jauh untuk menentukan harga di Bintuni. Apabila dapat dilakukan, maka barang-barang dan kebutuhan sembako yang ada di Bintuni akan sama harganya dengan daerah Papua yang lain dan tidak semahal seperti saat ini.
“Namun kalau difasilitasi dermaga yang bagus di Bintuni, kapal kita bukan lagi kapal pengantar atau kapal transit. Jad bisa kapal marjernya ke Bintuni otomatis ongkos kirim pengiriman dari PT Sipil sendiri juga akan berkurang jauh untuk menentukan perekonomian Bintuni,” tutupnya. (MW)
Share This Article