pasang iklan

Max Samaduda Diskusi Gagasan Bisnis dengan Stafsus Presiden

BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Kota Bintuni yang berada di tembolok pulau Papua dikenal sebagai kota tujuan investasi negara-negara dalam sektor eknomi bisnis salah satunya adalah Perusahaan BP Tangguh. Keberadaan perusahaan ini menyerap ribuan tenaga kerja dari berbagai penjuru daerah di Indonesia dan negara-negara lain. Hal ini tentu berdampak bagi laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bintuni.

Menjawab keseimbangan laju pertumbuhan ini, Pemerintah Daerah Kabupaten teluk Bintuni melalui Perusda Bintuni Maju Mandiri hadir sebagai mitra pemerintah di garda terdepan dalam menuangkan ide dan gagasan bisnis.

Perusda turut menghadirkan berbagai inovasi dalam dunia bisnis yang berbasis pada masyarakat yakni melibatkan masyarakat sebagai pelaku bisnis. Diantaranya adalah beberapa Kaur bisnis yang berjalan diantaranya BBM yang kini menjangkau hingga distrik-distrik dan kampung-kampung di kabupaten Teluk Bintuni. Perusda kini juga tengah merintis pembangunan hotel dan berada dalam tahap pengerjaan.

Dalam sebuah pertemuan dengan Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar di rumah tamu Negara  SP 5 Bintuni, Direktur Perusda Bintuni Maju Mandiri, Max Samaduda S.sos memberikan penjelasan singkat terkait kaur bisnis dan kehadiran Perusda serta visi, misi dan latar belakang Perusda sebagai mitra pemerintah dalam menjawab tantangan bisnis di Bintuni.

Max menyampaikan, guna menjawab kebutuhan kerja bagi masyarakat Bintuni salah satu yang berjalan yakni BBM, pembangunan Hotel dan Resort Sisarmatiti dan keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan pembersihan kota Bintuni. Seluruhnya bertujuan untuk berkontribusi bagi pendapatan daerah. Selain itu, beberapa kaur bisnis saat ini dalam proses yakni toko berjalan yang direncanakan akan menjangkau ke kampung-kampung dengan memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Billy Mambrasar menambahkan ide dan gagasan bisnis berupa beberapa masukan dalam menjalankan bisnis. Ia mengatakan, presentasi bisnis dimulai dari visi, misi, rencana operasional hingga manajemen dan strategi finansial.

“Ada satu kesepakatan bersama dengan satu stakeholder pertama. Terhadap stakeholder pertama kita bicara lebih dulu dan utama dimana pembicaraan kita berkaitan dengan apakah falsafah perusda ini public relation ataukah public service. Berapa persen dan untuk unit bisnis mana yang public service dan yang mana public relation,” ujar Billy.

Ia menambahkan, ketetapan tersebut harus dinyatakan secara tertulis beserta foto dan dokumen yang ditandatangani bersama. Dengan demikian menurutnya, kategori bisnis akan semakin jelas antara public relation dan public service. Ia menekankan, dalam setiap bisnis minimal diperlukan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP). (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (152)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery