pasang iklan

MRPB Belum Terima Hasil Kelulusan Casis Bintara dari Polda

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Lembaga kultur Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) belum menerima hasil menyeluruh pasca penetapan calon siswa (casis) Bintara polri otsus yang dinyatakan lolos dalam seleksi yang dilakukan oleh Polda Papua Barat.

Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren, SE menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyurati Polda Papua Barat dengan maksud agar hasil kelulusan 1.500 casis Bintara Otsus Polda Papua Barat dilaporkan kepada MRPB.

“Sudah hari ketiga kami menyurati Polda Papua Barat, namun belum ada respon atau jawaban atas kelulusan casis bintara dalam seleksi tersebut. Meskipun para casis bintara itu sudah diberangkatkan mengikuti pendidikan,” ungkap Maxsi Ahoren kepada Jagapapua.com, Rabu (28/7).

Dia menyampaikan bahwa kurang lebih 2.111 casis yang dinyatakan lolos, tetapi sampai sekarang MRPB belum menerima laporan dari Polda Papua Barat. Menurutnya, data casis bintara otsus polri tersebut sangat dibutuhkan oleh MRPB.

Ahoren menambahkan, data-data casis tersebut akan dipertanggungjawabkan oleh MRPB kepada masyarakat. Dirinya menegaskan bahwa ada indikasi lain dari laporan masyarakat tentang kecurangan yang terjadi dalam seleksi bintara Otsus. Contoh kasus bahwa casis Polwan yang seharusnya lolos 100 orang tetapi terbukti yang lolos 109 orang.

Hal itu perlu diperjelas berkaitan dengan data casis polwan yang 9 orang tersebut. Ahoren mengatakan, apabila terdapat anggapan tambahan dari Polri, maka secara tegas ketua MRP dapat menjelaskan.

Lebih lanjut, Ahoren menyampaikan bahwa terdapat satu masalah lain bahwa ada salah satu casis polwan dari Raja Ampat yang dinyatakan gugur karena bermasalah. Kata dia, setidaknya ada pemberitahuan kepada MRP selaku pengawas yang dilibatkan dalam tahapan seleksi dimaksud.

Menurutnya bahwa panitia casis bintara jangan sampai mengabaikan MRPB. Ahoren menyatakan bahwa Kapolda Papua Barat sangat merespon penerimaan casis bintara otsus di Provinsi Papua Barat, namun di balik itu ada oknum-oknum sipil di Polda Papua Barat yang bermain. Sejatinya kondisi ini akan menghancurkan nama baik Kapolda dan institusi Polri sendiri.

Oleh sebab itu, ia mengatakan, lembaga MRPB sangat menantikan data kelulusan casis bintara otsus Polda Papua Barat. Kalau pun data tersebut tidak diberikan kepada MRPB, maka aspirasi masyarakat yang menyatakan bahwa casis bintara ini sarat kecurangan, MRPB dapat mendukung pernyataan masyarakat tersebut. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery