Ketua Majelis Rakyat Papua Barat Maxsi Nelson Ahoren (Dok JP)
MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Pemalangan jalan utama trans Papua Barat tepatnya di Distrik Warmare, kabupaten Manokwari merupakan tindakan kekesalan warga setempat berkaitan dengan vaksinasi Covid-19. Atas informasi tersebut diperlukan adanya kepastian informasi yang benar atas aksi spontan pemalangan masyarakat pada Selasa, 28 Juli 2021 kemarin.
Menanggapi pemalangan jalan tersebut, Ketua MRP Papua Barat, Maxsi Nelson Ahoren, SE menyampaikan bahwa belum ada laporan atas insiden pemalangan itu, namun dikabarkan bahwa pemalangan dipicu karena adanya dugaan suntikan vaksin yang menyebabkan salah satu warga di sana meninggal dunia.
Informasi lain yang beredar bahwa masyarakat merasa takut ke pasar sentral di Manokwari karena dikabarkan bahwa masyarakat akan disuntik vaksin ketika turun ke Manokwari untuk berjualan. Menurut Ahoren, masyarakat justru termakan informasi hoax, maka tugas pemerintah untuk mendekati masyarakat agar memberikan pemahaman tentang program vaksinasi ini.
“Sesungguhnya kita harus memastikan kebenaran atas pemalangan itu sehingga aktivitas masyarakat di sana tidak terganggu saat pergi dari dan ke Manokwari karena belum ada kebenaran informasi,” ungkap Maxi Ahoren saat dijumpai di Bandara Rendani Manokwari, Selasa (28/7).
Lebih lanjut, Ahoren mengatakan bahwa apabila benar pemalangan itu dipicu karena adanya suntikan vaksin yang menyebabkan warga meninggal, maka masyarakat berhak untuk mendapat kebenaran atas hal tersebut.
Kata Ahoren, apabila masyarakat menolak divaksin, maka pemerintah harus merespon cepat dengan menanyakan alasan apa yang menyebabkan masyarakat menolak. Ia mengatakan, artinya jangan melakukan suntik vaksin tanpa sosialisasi kepada masyarakat.
Menurutnya bahwa mungkin pemerintah sudah sosialisasi program vaksin tersebut, namun harus dipahami bahwa tidak semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama tentang program vaksin. Sebab pemahaman masyarakat sangat berbeda-beda terhadap program vaksinasi dari pemerintah.
Ahoren menegaskan bahwa Majelis Rakyat Papua Barat mendukung sepenuhnya program vaksinasi yang sudah diprogramkan dari pemerintah Pusat ke daerah, tetapi harus dipahami bersama bahwa masyarakat takut karena sudah tersebar banyak masyarakat meninggal karena dugaan suntikan vaksin.
"Dengan demikian masyarakat diminta tidak termakan isu hoax tentang suntik vaksin di tempat, namun seharusnya memastikan kebenaranya sebelum bertindak melakukan aksi pemalangan,” ungkap Ahoren. (WRP)
Share This Article