pasang iklan

Ini Penjelasan Kemensos Soal Ucapan Risma Mutasi ASN ke Papua

JAGAPAPUA.COM - Pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini tentang mutasi ASN ke Papua pada Selasa (13/7) menuai sorotan dari berbagai pihak. Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos), Raden Harry Hikmat memberikan penjelasan terkait maksud pernyataan Mensos Risma tersebut.

Raden Harry menjelaskan pernyataan Mensos Risma tersebut berisi ancaman kepada para ASN di dapur umum PPKM Darurat di Balai Wyata Guna Bandung, Jawa Barat yang tidak sungguh-sungguh dalam bekerja. Risma bermaksud memberikan dorongan kepada ASN untuk bekerja dan mengabdi dengan sepenuh hati, harus siap meninggalkan keluarga untuk melayani masyarakat dan menyelesaikan permasalahan sosial di seluruh penjuru nusantara termasuk ke daerah yang jauh dari tempat kelahiran masing-masing.

"Itulah yang dimaksudkan dengan pernyataan akan dipindahkan ke Papua, tempat yang paling jauh (dari Bandung) tapi masih di Indonesia. Seluruh pegawai harus mampu keluar dari zona nyaman, meninggalkan keluarga dan kenyamanan rutinitas yang dialami sehari-hari, untuk berperan mengatasi masalah sosial dari Aceh sampai Papua," kata Harry dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7).

Menurut Raden Harry, Mensos Risma saat itu ingin mendongkrak semangat dan ketulusan ASN melayani masyarakat terutama dalam kondisi darurat saat ini. Ia mengatakan, arahan Risma tersebut harus menjadi pelecut semangat bagi ASN di lingkungan Kemensos. Menurutnya, Risma berupaya meningkatkan empati dan simpati ASN atas kondisi dan kesulitan yang sedang dihadapi bangsa ini.

Selain itu, Kemensos terus bekerja mewujudkan komitmen kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat. Hingga kini Kemensos juga terus mendorong kebangkitan perekonomian rakyat Papua pasca bencana banjir bandang di awal tahun 2021 lalu. Sejumlah program dilakukan untuk terus menggeliatkan ekonomi rakyat Papua.

"Pasca banjir bandang awal tahun 2021 misalnya, hingga saat ini kami terus mendorong bangkitnya perekonomian masyarakat melalui penyediaan perahu long-boat, fasilitasi koperasi untuk membuka kios sembako, dan beragam kegiatan pengolahan hasil pertanian. Kami berharap jajaran kami dapat terjun langsung ke daerah-daerah di Papua pasca-PPKM Darurat ini," ujarnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery