BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Sebagai kota tujuan investasi, Kota Bintuni memiliki tantangan tersendiri dalam mengendalikan mobilitas warga yang padat di tengah situasi pendemi Covid-19. Tim jagapapua.com menemui Dokter Wido Saputra pada Jumat (9/7). Ia menyampaikan perkembangan terkini situasi Covid-19 di Kota Bintuni.
Dokter Wido mengatakan, hingga kini jumlah kasus Covid-19 di kota Bintuni per tanggal 9 Juli 2021 tercatat 1331 kasus. Sedangkan jumlah pasien sembuh telah mencapai 850 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 16 orang. Sementara itu, hingga kini jumlah pasien yang menjalani isolasi dan sedang dipantau berjumlah 465 orang.
Berdasarkan data tersebut, dokter Wido mengimbau warga Kota Bintuni untuk terus mematuhi pelaksanaan PPKM Mikro yang kini semakin diperketat.
“Warga diimbau tidak beraktivitas di luar rumah bila tidak perlu dan menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker yang benar bila perlu memakai masker dua lapis yakni masker medis di dalam dan masker kain di luar. Lalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak minimal satu setengah meter, hindari kerumunan dan mengurangi mobilitas atau aktivitas di luar rumah,” jelasnya.
Ia juga menekankan kepada warga untuk segera mendatangi puskemas atau posko vaksinasi Covid-19 bagi warga yang belum divaksin. Ia mengatakan, dengan menerapkan prokes 5 M diharapkan dapat memutus mata rantai penularan Covid-19.
“Bila memang memiliki riwayat kontak dari orang yang terkonfirmasi positif atau ada gejala batuk, pilek, demam itu segera boleh datang ke rumah sakit atau ke puskesmas untuk segera di-swab antigen supaya kita bisa mendeteksi apakah sudah terpapar Covid-19 atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, dokter Wido menyampaikan bahwa terkait edaran mengenai pembatasan pelayanan di RSUD Teluk Bintuni dikarenakan jumlah kasus Covid-19 di rumah sakit yang meningkat.
“Di rumah sakit sendiri itu terjadi penularan Covid-19 di antara staf dan beberapa dokter yang positif. Jadi kami harus membatasi pelayanan yang bersifat emergency supaya penularan yang di rumah sakit bisa diselesaikan terlebih dahulu dan juga kita membatasi kunjungan di lingkungan rumah sakit,” tutupnya. (MW)
Share This Article