Peta Lokasi Ibukota Negara yang baru di wilayah Kalimantan. (foto-net)
Jakarta, JagaPapua.com – Rencana besar pemerintah untuk melakukan pemindahan ibukota negara ke wilayah kalimantan mendapat tanggapan serius dari berbagai elemen. Pemerintah, diminta untuk melakukan kajian strategis agar proses pemindahan tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kita harapkan adanya suatu pertimbangan untuk mensinergikan banyak hal soal pemindahan Ibukota ini. Memang diakui saat ini pemerintah mengejar pencapaian pembangunan tetapi dalam konteks lainnya pola kerja sama antar daerah menjadi hal penting”, demikian kata Ketua Majelis Kode Etik Perencanaan Bernadus Jdonoputro dalam pertemuan bersama Komite I DPD RI di kompleks senayan pada senin (20/01).
Yang menarik menurutnya, dalam dialog dengan banyak pihak, kota yang dirancang adalah kota yang maju smart teknologi sementara masyarakat disana masih tradisional.
“Ada tiga kategori masyarakat, pertama, tradisional, moderen dan post modern. Kalau orang jakarta ini modern, dan semua cepat, mudah nyaman. Sementara orang kita disana, tidak dibiasakan seperti kehipudan orang jakarta, apalagi ikut tradisi seperti budaya Amerika, Jepang. Disana itu kita biasanya ala kadarnya sajaâ€, jelasnya.
Ia mengakui, masalah lain adalah ketika kota dirancang bagus sementara transisi demografisnya belum maksimal sementara beberapa tempat disana di sekitar kawasan tersebut perkotaan ada kecamatan kawasan transmigran.
“Kita harus memikirkan dan bersinergi untuk kajian teknis, kajian demografi dan kajian kultural minimal tidak ada konflik sosial baru pasca pemindahan ituâ€.
Diungkapkan, secara kultural ada masyarakat dayak di sekitar kawasan itu yang secara tradisional masih punya nilai terkait dengan persoalan hak dan pola hidup disana.
“Temen- temen lain mengatakan ini lucu dan menjadi catatan. Coba kalau pejabat datang ke lokasi harga naik. Begitu ada alat masuk tambah naik lagi, ada lagi, tambah naik lagi. Pertanyaannya bagaimana kita bisa selesaikan, sementara persoalan sosial, ekonominya perlu juga dicermati aga tidak ada persoalan persoalan konflik nantinyaâ€, tegasnya. (fren)
Share This Article