pasang iklan

Kepala Suku Papua Sepakat Mengakhiri Dualisme DAP Domberay

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COMDualisme Dewan Adat Papua (DAP) di Wilayah Domberay yang dipimpin baik Zakarias Horota maupun Paul Finsen Mayor harus dicari solusi agar DAP wilayah Domberay di Provinsi Papua Barat menjadi satu.

Permintaan ini disampaikan secara terbuka melalui rapat Aliansi Masyarakat Adat Papua (Amap), kepala suku Papua dan Papua Barat di kabupaten Manokwari, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Papua di rumah adat suku Byak pada Minggu (28/3).

Kepala suku Byak Bar Mnukwar Patrus Makbon, SH menyatakan bahwa kepemimpinan DAP wilayah adat Domberay, baik dari Paul Finsen Mayor dan Zakarias Horota sama-sama memiliki legitimasi.

Secara tegas Makbon menyampaikan bahwa sejatinya dualisme DAP inilah yang membingungkan rakyat Papua di wilayah adat Domberay. Sehingga persoalan ini harus dicari solusi terbaik agar rakyat Papua di wilayah Domberay tidak terpecah dan bersatu di satu rumah adat.

"Sebagai kepala suku Byak Bar Mnukwar kami tidak bisa mengatur wilayah adat Domberay, sebab kalau kami mengatur nanti masalah, sehingga melalui kesempatan pertemuan ini kami sampaikan agar dualisme DAP harus dipersatukan" kata Makbon

Menurut Makbon, selain kepala suku Biak Bar Mnukwar,  kepala suku Pegunungan Tengah, Yapen, Serui, Supiori, Numfor sesungguhnya tidak mencampuri DAP Domberay, sebab yang diinginkan adalah harus adanya kepemimpinan yang bersifat satu DAP tanpa ada dua. Makbon menjelaskan kepemimpinan DAP Mayor maupun Horota sama bagusnya, namun yang diinginkan bersama adalah menyatukan DAP wilayah Domberay.

"Jadi kenapa AMAP ini kami dirikan dengan memiliki dasar hukum sehingga kami seluruh kepala suku dari tanah Papua yang berada di Papua Barat disatukan dalam wadah ini untuk membantu pemerintah dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah adat," jelas Makbon.

Keinginan menyatukan DAP wilayah Domberay disepakati oleh kepala suku, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat yang turut mengambil bagian dalam pertemuan tersebut. Bahkan tujuan dari semuanya ini untuk menyatukan rakyat Papua tanpa dipecah belah satu sama lain.

Diketahui dalam pertemuan Minggu kemarin, dihadiri perwakilan kepala suku dari tujuh wilayah adat di tanah Papua yang berdomisili di kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery