Warga mengevakuasi korban yang terjatuh di sungai di Waripi. [Foto: Jaga Papua/WRP]
TAMBRAUW, JAGAPAPUA.COM - Kapoles Manokwari AKBP Dadang Kurniawan mengatakan bahwa pemalangan di Kampung Ajami Waripi, Distrik Manekar, Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat sudah dibuka. Pemalangan itu dipicu awal atas informasi dugaan bahwa korban meninggal dunia atas nama Ruben Ajami yang diduga menjadi korban penembakan.
Namun berdasarkan hasil visum Puskesmas Kebar menyebutkan bahwa korban tidak ditembak melainkan diduga terjatuh di jembatan gantung kali Apriri, distrik Manekar pada Senin, 8 Maret 2021 sekitar pukul 9.00 WIT.
Korban yang diketahui bernama Ruben Ajami merupakan warga Kampung Ajami Waripi, distrik Kebar kabupaten Tambrauw ditemukan oleh warga setempat sudah dalam keadaan meninggal.
Selanjutnya warga dan keluarga korban mendatangi Polsek Kebar dan melaporkan kejadian tersebut. Lalu pihak Kepolisian bersama warga dan keluarga korban mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pencarian dan akhrinya menemukan korban terbawa arus di kali hingga 500 meter jauh dari lokasi korban jatuh.
Kapolres Dadang mengatakan setelah korban ditemukan langsung dievakuasi ke Puskemas Kebar untuk kepentingan visum medis. Langkah yang dilakukan polisi adalah meminta keterangan saksi. Akhirnya sebanyak 5 orang saksi dari kampung Ajami Waripi dan kampung Apoki dimintai keterangan awal.
Kronologis kejadian, jelas Kapolres bahwa sekitar pukul 09.00 wit kepala Distrik Manekar, Niko Sasior datang ke Polsek Kebar untuk melaporkan bahwa keluarganya telah di temukan meninggal di kali Apriri dekat jembatan rotan kampung Ajami Waripi.
Sekitar pukul 09.30 WIT, anggota Polsek Kebar tiba di TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Sekira pukul 11.15 wit, atas persetujuan keluarga korban dibawa ke Puskesmas Kebar untuk di lakukan visum.
Sementara sesuai keterangan singkat saksi bahwa sekitar pukul 08.00 wit saksi bersama korban dari kampung Ajami Waripi akan pergi ke kampung Apoki untuk melaksanakan ibadah dengan berjalan kaki. Dimana sesampainya di dekat jembatan gantung tiba-tiba korban terjatuh dan terguling ke kali Apriri.
“Jadi karena saksi melihat korban terjatuh lalu berlari ke kampung memberi tahu keluarga bahwa korban terjatuh di kali. Sesampainya di kali masyarakat menemukan korban sekitar 500 meter dari jembatan gantung dalam keadaan sudah meninggal dunia” jelas Kapolres kepada jagapapua.com, Kamis (11/3/2021).
Dampak dari informasi tersebut menyebabkan pihak keluarga melakukan pemalangan di jalan poros Kebar-Manokwari di Kampung Apoki. Pemalangan itu muncul saat informasi yang berkembang di masyarakat bahwa korban di tembak dengan senjata api (senpi) karena ada luka di pelipis, tetapi hasil visum dari Puskesmas Kebar luka tersebut akibat benturan benda tumpul.
“Jadi setelah dilakukan penjelasan, akirnya masayarkat memahami dan membuka palang tersebut, sehingga akses jalan dari Kebar ke Sorong dan sebaliknya sudah dapat dilalui” tambah Kapolres. (WRP)
Share This Article