pasang iklan

Ketua DPD RI: Kartu Pra Kerja Catin Hanya Stimulus Ekonomi

JAKARTA, JAGAPAPUA.COMKetua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan bahwa Kartu Pra Kerja Calon Pengantin (Catin) hanya sebagai stimulus ekonomi bagi calo pengantin yang hendak membina keluarga baru. Tanggapan LaNyalla berkaitan dengan rencana pemerintah mempercepat realisasi peluncuran program Kartu Pra Kerja Calon Pengantin (Catin). Kartu Pra Kerja Catin tersebut direncanakan diluncurkan pada tahun ini.

"Sifatnya bantuan dari pemerintah. Jadi, program ini hanya pemantik bagi pemegang kartu tersebut untuk mendapat pekerjaan dan jenis usaha yang diminatinya," papar LaNyalla melalui rilis resmi DPD RI pada Kamis (4/3).

Kartu Pra Kerja Catin merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan yang diberikan kepada calon pengantin yang akan menikah. Melalui program tersebut, La Nyalla berharap dapat membantu memantik usaha sesuai minat sehingga tidak melahirkan keluarga miskin baru.

"Harapannya setelah menikah mereka mempunyai kehidupan ekonomi yang lebih baik sehingga tak lahir keluarga miskin baru," kata LaNyalla.

LaNyalla yang merupakan mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur juga mengharapkan program tersebut dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. Selain itu, ia juga meminta pemerintah memperhatikan kembali jalannya program bimbingan pra nikah bagi calon pengantin.

"Kita pernah tahu ada program khusus bimbingan calon pengantin. Sekarang sepertinya program tersebut menguap begitu saja. Apakah masih berjalan atau tidak, tak pernah terdengar lagi," tuturnya. Ia pun berharap program tersebut dapat dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan keluarga baru yang bebas dari kemiskinan,” tuturnya.

Hingga saat ini pemerintah tengah mengupayakan percepatan implementasi program Kartu Prakerja bagi calon pengantin (catin) di tahun 2021. Program ini tengah diupayakan pemerintah dengan kerja sama lintas kementerian/lembaga untuk mencegah munculnya keluarga miskin baru. Hal tersebut mempertimbangkan rasio jumlah penduduk miskin, jumlah angkatan kerja dan jumlah pengangguran di Indonesia.

Berdasarkan data jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78 persen atau meningkat 0,56 persen poin dari September yang berjumlah 24,79 juta orang (9,22 persen). Sedangkan jumlah angkatan kerja di Indonesia saat ini sebanyak 138,22 juta orang dengan jumlah pengangguran 9,77 juta orang (7,07 persen). (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery