pasang iklan

BMKG Tekankan Pentingnya Budaya Mitigasi Bencana

JAGAPAPUA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya budaya mitigasi bencana masyarakat terutama di tengah situasi rawan bencana saat ini. Budaya mitigasi bencana diharapkan dapat membantu mengurangi risiko bencana. Masyarakat diharapkan selalu waspada mengingat intensitas gempa semakin meningkat beberapa waktu terakhir. Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat dalam kunjungannya di Pacitan pada kamis (18/2).

“Salah satunya dengan membudayakan pengurangan risiko bencana sebagaimana anjuran pemerintah daerah melalui BPBD setempat,” kata Dwikorita.

Dwikorita juga menekankan kewaspadaan terhadap resiko terjadinya gempa besar yang berpotensi Tsunami harus dimiliki terutama bagi masyarakat yang tinggal di dekat pantai. Ia meminta masyarakat dan pemda setempat untuk memastikan adanya jalur evakuasi ke daerah yang lebih aman yang berada di ketinggian.

“Nah, kita lihat jarak dari pantai ke bukit terdekat itu sekian kilometer. Padahal golden time-nya hanya 20 menit. Ini yang dikatakan membuat mitigasi,” jelasnya..

Puluhan bencana gempa terjadi secara tiba-tiba. Masyarakat diminta memiliki kesadaran tanggap dan siaga ketika bencana terjadi. Lebih lanjut Dwikorita menjelaskan meskipun bencana gempa bumi tidak dapat diprediksi tetapi menurutnya zona rawan bencana dapat diperkirakan untuk memperingatkan masyarakat di wilayah dalam zona tersebut.

“Gempa bumi tidak bisa diprediksi. Namun kita bisa memperkirakan zona-zonanya, mana yang harus diwaspadai,” ujarnya.

Menurut Dwikorita, sebanyak 85 bencana telah terjadi hampir merata di beberapa wilayah di Indonesia. Ia menyebutkan gempa terjadi di wilayah Pulau Sumatera antara lain Aceh, Bengkulu, Nias dan Lampung. Selain itu gempa juga terjadi di pesisir selatan Pulau Jawa antara lain Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur. Kemudian di wilayah timur Indonesia terjadi di Sumbawa, Lombok, Sumba, Sulawesi barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo hingga Laut Maluku.

Menurut Dwikorita, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan langan, mempersiapkan jalur mitigasi, dan jalur evakuasi harus sudah dipersiapkan sejak dini dengan rute terpendek ke daerah yang lebih aman. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko akibat bencana.

Beberapa langkah mitigasi bencana harus dilakukan terutama bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Ia menyebutkan beberapa daerah rawan bencana di Pulau Jawa seperti Pacitan, Malang, Jember, Trenggalek, Banyuwangi dan daerah dekat pesisir pantai lain. Dengan upaya mitigasi termasuk edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap bencana dapat membantu mengurangi risiko bencana yang terjadi.

Share This Article

Related Articles

Comments (3)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery