pasang iklan

Ada Hubungan Kelangkaan Minyak di Papua Dengan Illegal Fishing?

JAGAPAPUA.COM - Susi Pudjiastuti angkat bicara mengenai kelangkaan minyak yang terjadi di Papua dan Maluku pada jumat pagi (15/1). Ia menyebut bahwa kelangkaan itu terjadi karena berkaitan dengan adanya praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di daerah tersebut, khususnya di sekitar pulau-pulau kecil di Papua dan Maluku.

Menurut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) kabinet kerja (2014-2015) Presiden Joko Widodo itu, kapal-kapal ikan asing yang dulu berhenti, sudah kembali beroperasi lagi. Ia juga mengatakan illegal fishing adalah kejahatan luar biasa. Hal ini ia sampaikan melalui sebuah unggahan di akun Twitter pribadi miliknya @susupudjiastuti.

Kapal-kapal ikan ex asing yang dulu berhenti, sudah satu tahun jalan lagi. Mereka perlu BBM untuk nangkap/curi ikan. Karena yang dilaporkan pasti hampir nothing. Illegal fishing tanda kutip kejahatan yang luar biasa” ucap Susi Pudjiastuti dikutip dari akun Twitternya.

Susi juga mengatakan bahwa sebelum praktik illegal fishing ditertibkan oleh Presiden Jokowi, banyak media memberitakan banyak masyarakat di pulau-pulau kecil baik di wilayah barat, tengah hingga timur mengantri di SPBU. Ia berharap pemerintah segera menertibkan kembali kapan-kapal ikan asing yang satu tahun ini telah beroperasi kembali.

Semoga kali ini tidak terjadi, karena pemerintah akan segera menghentikan kapal-kapal asing yang setahun ini sudah beroperasi lagi,” kicau Susi Pudjiastuti.

Dalam unggahan tersebut, Susi juga menyertakan berita terkait PT Pertamina (Persero) Regional Papua-Maluku yang meminta kepada pihak kepolisian untuk membongkar kasus kelangkaan minyak yang terjadi di Papua dan Maluku tersebut. Pihak PT Pertamina mengaku merasakan adanya kejanggalan terkait kelangkaan minyak itu pada awal januari 2021 lalu.

Pasalnya, menurut PT Pertamina stok di terminal BBM di Maluku dan Papua masih aman hingga 15 hari ke depan. Selain itu, Pertamina mengatakan pihaknya tidak mengurangi jatah dan pendistribusian minyak tanah sudah sesuai dengan kuota yang ditentukan. Akan tetapi pihaknya menerima banyak keluhan masyarakat Papua dan Maluku terkait sulitnya memperoleh minyak tanah di daerahnya. [uwr]

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery