pasang iklan

Refleksi Natal Bagi Papua

JAGAPAPUA.COM - Disaat bulan Desember menjelang Natal tiba, banyak yang dirasakan dalam keluarga, baik itu sesuatu yang menggembirakan bahkan menyedihkan. Namun bagi bangsa West Papua tidak merasakan dengan baik damai Natal yang sesungguhnya.

Umat Kristiani didunia semua merayakan Natal dengan Damai sejahtera. Namun bagi bangsa Papua merayakan Natal situasinya sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Bernatal dalam suasana kesedihan duka, penindasan, pemenjarahan, pengusiran di hutan, pembunuhan, dll. Tanpa ibadah yang begitu meriah.

Sebelum memasuki bulan Januari 2021, saya diperhadapkan dengan pergumulan baik karena duka, penindasan, pemenjarahan, pengungsian di hutan, pembunuhan, maupun kehilangan beberapa orang yang kami kasihi. Secara manusiawi, kami tidak dapat menerima kenyataan ini. Tetapi kami senantiasa kembali diteguhkan dengan Firman Tuhan bahwa apapun yang Tuhan rancangan dalam kehidupan kami adalah rancangan suka cita dan damai sejahtera.

Lewat pergumulan itu kami banyak dikuatkan dan mendapat dukungan doa dari segenap sahabat-sahabatku di dunia.

Bahkan jika kami kembali menoleh ke belakang, sepanjang Tahun 2020 ini, kehidupan kami bangsa west Papua silih berganti.Tetapi karena Tangan Tuhan senantiasa menopang dan memberikan kekuatan kepada bangsa Papua.

Lewat Natal ini, pesan yang disampaikan oleh malaikat “jangan takut”,  itu yang membuat kami orang Papua justru semakin kuat.

Jangan Takut, seperti yang malaikat Tuhan sampaikan mungkin bisa memberi kekuatan kepada kita disaat-saat menjalani kehidupan di masa ini.

Tetapi apakah cukup hanya dengan slogan “jangan takut” saja?

Tidak Takut bukan berarti kita mengabaikan suasana kesedihan duka, penindasan, pemenjarahan, pengungsian di hutan, pembunuhan, dan lainnya yang sudah dirasakan oleh  orang Papua.

Termasuk merayakan Natal dengan keluarga, menjalankannya jauh lebih penting dari segalanya, karena menjalankannya di dalam segala bentuk penindasan berarti orang Papua menjaga orang orang yang ada di sekitar kita.

Tema Natal tahun 2020 dari PGI dan KWI adalah,  “dan mereka akan menamakan DIA Imanuel" (Matius 1:23).

Imanuel artinya Tuhan beserta kita. Mari kita menyambut Natal di tengah tengah Penindasan ini dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan akan senantiasa menyertai kita, dan sebagai orang yang beriman, mari kita lebih berkhidmat merayakan Natal dengan menjalankan kedamaian.

Terlepas hal tersebut di atas, hal apa lagi yang juga menyedihkan?

Dari tahun ke tahun, makna natal yang sesungguhnya sudah semakin bergeser dan semakin tidak dihargai, bahkan musim natal saat ini hanya merupakan waktu yang disediakan untuk kita berbuat baik dan untuk meyakinkan bahwa kita tidak sendiri.

Lalu kemanakah makna natal yang selalu aku dengar saat kecil dulu?! dan juga kemanakah semangat Natal itu sekarang?! Apakah semangat Natal itu berarti senyuman ramah kepada orang asing, suara pujian yang sering kita dengar, pohon yang berkelap - kelip di tengah lautan hadiah dengan bungkus berkilauan, atau hanya sekedar perasaan senang dan bahagia atas apa yang telah anda raih tahun ini?

Semua hal diatas tak satupun mampu menggambarkan makna Natal serta semangat Natal yang sejati bagi rakyat Papua.

Semuanya hanyalah menunjukkan perasaan yang muncul sebagai respons terhadap komersialisme yang sudah menyelewengkan semagat Natal yang sejati.

Rasul Paulus menggambarkan Allah Sang Penguasa surga dan bumi mengesampingkan kemuliaan Ilahi-Nya dan menjadi pelayan bagi kita dengan wafat di kayu salib demi menebus dosa-dosa umat-nya.

Saat ini Dia mendorong kita untuk juga melayani orang lain dengan rendah hati. Itulah semangat Natal yang sejati.

Jadikan perayaan Natal tahun ini lebih dari sekadar saat untuk berbuat baik. Natal berbicara tentang rencana Kristus untuk menebus dosa manusia, satu-satunya alasan kita merayakan Natal.

Mari kita turut ambil bagian untuk menyampaikan kisah yang ajaib tentang Yesus, Anak Allah. Mari kita berdoa supaya banyak orang akan mencari Dia dan menemukan-Nya tahun ini, seperti orang-orang Majus yang datang untuk menyembah sang Juruselamat yang telah dijanjikan.

Pesan Natal yang dibawa oleh PUTRA NATAL adalah “JANGAN TAKUT”

Pesan yang sama, disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada perawan Maria, malaikat Tuhan mengatakan hal yang sama: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (Lukas 1:30).

Dan Harapan saya di tahun 2021, semua bentuk apapun yang kami orang Papua rasakan, dapat  berakhir di tahun-tahun yang akan datang dengan damai sejahtera dimuka bumi ini.

Mari kami orang Papua sorong- Samarai, bersatu berjuang untuk menyelamatkan bangsa Papua dari ketidakadilan.

[Opini ini ditulis oleh Herman H. Giban, Mahasiswa Papua]

Share This Article

Related Articles

Comments (822)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery