pasang iklan

Senator Wamafma: Adat dan Agama Adalah Roh Membangun Papua

JAGAPAPUA.COM - Sejumlah media memberitakan bahwa pada Rabu, 16 Desember 2020, sejumlah tokoh agama menemui Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Mereka ingin mencari solusi bersama Pemerintah terkait semua permasalahan di Papua. Mereka berharap agar kedamaian di Tanah Papua dapat tercapai melalui pendekatan dialog, agama, dan sosial budaya, dengan menisbikan pendekatan militer.

Harapan para tokoh agama tersebut sesungguhnya menjadi harapan terbaik dari rakyat Papua. Kedamaian di Tanah Papua bukanlah sebuah ilusi, bila saja Pemerintah membuka ruang dialog sebesar-besarnya, sebagaimana yang disampaikan para tokoh agama tersebut. Hingga saat ini harus diakui bahwa cerita tentang Papua selalu terpusat pada diskriminasi, kekerasan, militerisme, konflik, dan keamanan. 

Sebagai surga kecil yang turun ke bumi, seharusnya rasa damai itu sudah ada sejak peristiwa referendum di masa lalu. Berbagai kontroversi yang mengikuti referendum hingga saat ini, akhirnya kedamaian itu belum sepenuhnya dirasakan sebagian masyarakat Papua. Mereka tersenyum namun hatinya menangis oleh militerisme, kekerasan, persoalan HAM, yang terus mendera.

Untuk itulah, ruang dialog perlu dibuka seluas-luasnya. Rencana kebijakan strategi nasional yang dikerjakan oleh Pemerintah Pusat di Tanah Papua dapat tercapai jika kebijakan dialog tersebut menciptakan kedamaian. Bila ditelaah secara mendalam dan holistik, tipologi pembangunan di Tanah Papua seharusnya melipatkan 3 (tiga) peran, yaitu Adat, Agama dan Pemerintah. Sepanjang kebijakan strategi nasional mengesampingkan tipologi pembangunan di Papua semacam itu, maka tentu tujuan kebijakan pembangunan tidak akan tercapai.

Adat, merupakan roh pertama dalam pembangunan di Tanah Papua. Adat adalah Ibu bagi Orang Papua. Oleh karena itu, Adat-lah yang paling memahami keadaan Papua. Melibatkan adat adalah langkah terbaik dalam pembangunan, karena dengan demikian ada perhatian sebagai Ibu bagi Tanah Papua.

Agama, merupakan bagian integral dari masyarakat Papua. Sejak Zending Kristen hingga penyebaran agama lainnya di Papua, ruang sakral agama selalu menjadi wadah reflektif bagi Orang Papua dalam melihat dirinya sendiri. Dalam hal pembangunan, agama perlu dilibatkan agar kecintaan terhadap Papua dinyatakan dengan sungguh-sungguh.

Setelah itu, Pemerintah akan menjadi titik kepercayaan/trust baru, di mana Adat dan Agama meletakkan harapan. Bila ketiga sektor ini sudah bekerja, maka perdamaian akan tercipta di Bumi Papua.

[Oleh Filep Wamafma, anggota DPD RI Dapil Papua Barat]

Share This Article

Related Articles

Comments (4)

  • Zcgggl

    ivermectin humans - where can i buy ivermectin ivermectin 3mg dose

  • Gdltcw

    canadian pharmacy king - canada drugs online canadian family pharmacy

  • Glnxzd

    viagra australia over the counter - viagra canadian pharmacy generic where can you buy viagra over the counter in australia

  • hotshot bald cop

    Hello, i read your blog occasionally and i own a similar one and i was just wondering if you get a lot of spam feedback? If so how do you reduce it, any plugin or anything you can suggest? I get so much lately it's driving me mad so any assistance i

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery