pasang iklan

Marape Peringatkan Oposisi Agar Tak Memaksa Masuk Parlemen PNG

JAGAPAPUA.COM - Perdana Menteri PNG, James Marape telah memperingatkan pihak oposisi PNG terhadap aksi mereka yang akan memasuki parlemen PNG. Ia mengatakan bahwa kedua pihak harus menghormati proses hukum di bawah penanganan Mahkamah Agung. Dalam pernyataanya, peringatan itu terdengar tegas bahwa pihaknya juga akan bersiap apabila pihak oposisi PNG mencoba memaksa masuk ke parlemen.

"Kami mendengar desas-desus bahwa mereka ingin menjadi kuat, “anak-anak besar” dan masuk ke parlemen. Jika Anda bertingkah seperti “anak laki-laki besar” maka “anak laki-laki besar” juga ada di sisi ini, kita akan memiliki anak laki-laki besar juga. Mari hormati proses hukum dan biarkan hukum mengambil jalannya", kata James Marape, dilansir dari RNZ Pasific (30/11).

Pernyataan Marape ini merupakan respon terhadap adanya rencana pergerakan oposisi ke parlemen PNG. Pihak oposisi yang semakin kuat setelah memiliki suara mayoritas anggota parlemen PNG akan bergerak memasuki gedung parlemen pada selasa (1/12). Hal ini disampaikan oleh pimpinan oposisi, Belden Namah dalam sebuah pernyataan.

Namah mengatakan bahwa pergerakan itu merupakan langkah yang tepat dengan mendasarkannya pada sistem pemerintahan Westminster dimana pihak yang mayoritaslah yang berkuasa. Dengan dukungan lebih dari separuh anggota parlemen di tangannya, Namah berkeyakinan bahwa langkah itu adalah benar menurut rakyat PNG.

Diketahui anggota parlemen oposisi telah berkemah di Vanimo,  ibu kota Provinsi Sandaun di Papua Nugini paling barat laut dan Distrik Sungai Vanimo-Green yang terletak di semenanjung dekat perbatasan dengan Indonesia dan tengah bersiap untuk menjalankan mosi tidak percaya kepada Perdana Menteri James Marape. Mereka berkeinginan untuk dapat kembali ke parlemen pada minggu ini di tengah posisi Marape yang tengah kehilangan dukungan mayoritasnya.

Di sisi lain, pemerintah telah menunda persoalan tersebut selama lima bulan ke depan hingga bulan april 2021. Terhadap kondisi yang semakin memanas diantara pihak oposisi dan pihak pemerintah, anggota parlemen Alotau, ibu kota Provinsi Teluk Milne, di tenggara Papua Nugini, Charles Abel, mengatakan bahwa dia dan anggota parlemen oposisi lainnya akan mengikuti arahan pengadilan ketika keputusan telah dikeluarkan. [UWR]

Share This Article

Related Articles

Comments (641)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery