pasang iklan

Menhan Prabowo Diundang ke AS Setelah Visanya Diterima Kembali

JAGAPAPUA.COM - Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto diundang ke Amerika Serikat untuk membicarakan hubungan militer dan kerja sama kedua negara pada 15 oktober mendatang. Sebelumnya, Prabowo telah ditolak visanya oleh AS sejak tahun 2000 lalu. Penolakan ini berdasarkan atas dugaan pelanggaran HAM yang dilakukannya pada peristiwa 1998 di ujung pemerintahan Soeharto dan tuduhan melakukan kekejaman di Timor Timur selama pendudukan Indonesia di sana.

Juru Bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar mengatakan bahwa perjalanan tersebut akan berlangsung pada 15 hingga 19 oktober atas undangan yang dibuat oleh Menhan AS, Mark Thomas Esper. Mantan menantu Soeharto tersebut telah dicabut dari daftar hitam AS setelah sekian lama mendapat larangan. Perihal alasan Pencabutan larangan atas Prabowo oleh AS tidak ada komentar apapun yang diberikan selain karena kerahasiaan aturan tentang visa.

Sementara itu Amnesty International menyayangkan tindakan AS yang mencabut larangan visa bagi Prabowo. Mereka bependapat bahwa tindakan AS tersebut dapat menjadi bencana bagi penegakan HAM di Indonesia. Meskipun Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI saat ini, tidak lantas menjadikannya mendapat perlakuan khusus.

"Statusnya sebagai Menteri Pertahanan seharusnya tidak menjadi pengecualian baginya untuk mendapatkan visa," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, melansir dari CNA (9/10).

"Jika visa diberikan tanpa prasyarat yang konkrit dan bermakna, itu akan menjadi bencana bagi hak asasi manusia Indonesia, keputusan yang sangat dahsyat," imbuhnya.

Diketahui Menhan Prabowo kerap kali melakukan kunjungan ke berbagai negara setelah dirinya resmi dilantik. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka negosiasi kesepakatan untuk pengadaan senjata sebagai upaya memperkuat pertahanan negara.

Pada agustus lalu, Prabowo telah berhasil menggandeng perusahaan raksasa militer milik Yunani yaitu Scytalys untuk membangun sistem pertahanan Indonesia selama 3 tahun ke depan. Meskipun demikian tidak berarti setiap kunjungan Menhan Prabowo ke berbagai negara adalah untuk pengadaan senjata, melainkan seringkali juga dalam rangka memelihara diplomasi dan hubungan baik antar negara.

Begitu juga kedatangan Prabowo ke Washington, AS pada pekan depan belum diketahui pembicaraan atau kesepakatan apa yang akan dilakukan. Diketahui bahwa AS telah gencar mendorong negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk melawan pengaruh Tiongkok di kawasan tersebut. Dalam hal ini Indonesia sangat waspada dan berhati-hati untuk tidak terlibat dalam perebutan pengaruh tersebut. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery