pasang iklan

Hasil Referendum Kedua Kaledonia Baru Tolak Kemerdekaan

JAGAPAPUA.COM - Hasil referendum kedua Kaledonia Baru yang diselenggarakan pada hari minggu, 4 oktober kemarin menunjukkan pilihan rakyat menolak kemerdekaan dan tetap menjadi bagian dari Perancis. Sebesar 53,26 persen suara menolak untuk merdeka dari Perancis lebih kecil bila dibandingkan dengan hasil referendum pada 2018 lalu dengan 56,4 persen suara untuk pilihan yang sama.

Melalui pidatonya di Istana Elysee, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan rasa syukurnya atas pilihan rakyat Kaledonia Baru yang masih ingin bersama dengan Perancis. Selain itu, pengakuan hasil referendum kedua Kaledonia Baru juga datang dari Australia melalui Kementerian Luar Negerinya.

Seperti diketahui bahwa Australia memiliki kedekatan hubungan dengan Perancis sebagai negara mitra yang berpikiran sama di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, Australia juga telah lama memiliki hubungan diplomatik dengan Kaledonia Baru dan menginginkan untuk melanjutkan hubungan kemitraan yang semakin kuat.

Hasil referendum kedua Kaledonia Baru ini memperkuat kecenderungan pengaruh Perancis di kawasan Pasifik. Sementara itu, Perancis dan Australia merupakan negara yang berpikiran sama dan dapat bersatu terutama untuk menghadapi kehadiran pengaruh Tiongkok di kawasan tersebut.

Hal yang sama sempat disampaikan oleh Presiden Macron ketika menjelaskan mengenai poros Paris ke Canberra saat ia melakukan kunjungan ke Sydney. Sebelumnya, Presiden Macron juga menyampaikan bahwa penting bagi Perancis untuk mencapai keseimbangan terhadap pengaruh Tiongkok di kawasan Pasifik.

Sejalan dengan pendapat yang menentang kemerdekaan Kaledonia Baru dari Perancis yang mengatakan bahwa apabila Kaledonia Baru merdeka dari Perancis, maka kondisi tersebut akan memperkuat pengaruh Tiongkok terhadap Kaledonia Baru. Selain itu, Tiongkok juga merupakan pasar ekspor terbesar dari Kaledonia Baru.

Akan tetapi, referendum kedua disebut belum menjadi akhir dari penentuan nasib Kaledonia Baru. Melihat hasil referendum kedua Kaledonia Baru, membuat jurnalis terkenal Perancis mengemukakan pendapatnya bahwa hasil tersebut dapat membuka kemungkinan untuk kembali mengadakan referendum kemerdekaan Kaledonia Baru untuk ketiga kalinya.

"Hasil akhir kali ini “membuka pintu ke kemungkinan referendum kemerdekaan ketiga”, kata editor urusan internasional FRANCE 24 Philip Turle, seperti dikutip dari AFP, Minggu (4/10).

Dibandingkan dengan referendum pertama pada 2018, tingkat partisipasi pemilih pada referendum kedua kemarin meningkat enam poin lebih tinggi menjadi sekitar 80% hingga membuat antrian panjang para pemilih. Kelanjutan nasib Kaledonia Baru jelas akan mempengaruhi peta geopolitik dan kekuatan pengaruh negara-negara terkait yaitu Perancis, Australia dan Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (157)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery