pasang iklan

Peserta Tes IPDN Asal Manokwari Tak Lulus, Orangtua Datangi MRPB

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM- Seleksi Institusi Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2020 dinilai belum berpihak sepenuhnya kepada orang asli Papua (OAP) di provinsi Papua Barat.

Menuntut kesempatan masukknya OAP di IPDN, salah seorang orangtua calon siswa IPDN Juan Matini mengadu kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat.

Orangtua dari peserta siswa calon IPDN asal Kabupaten Manokwari tersebut mengaku menyesalkan panitia seleksi, sebab anaknya atas nama Alfiana Ida Matini sesuai Nomor Peserta S2030010120014269 dinyatakan gugur.

Padahal menurut orangtua bahwa anaknya mampu bersaing dari semua tahapan seleksi dan nilai tes akhir Pantukhir di Polda Papua Barat sangat memuaskan, tetapi ia menurutnya, anaknya tak lulus dan tidak ada keterbukaan dari panitia.

Menurut dia, seleksi tersebut seharusnnya memenuhi kuota perempuan asli Papua dari kabupaten Manokwari. Untuk itulah ia datang kepada MRP sebagai lembaga kultur OAP yang menerima aspirasi masyarakat.

“Kuota yang mengutamakan perempuan asli Papua di kabupaten Manokwari tidak ada” ungkap Matini. 

Kata Matini, persoalan ini diharapkan menjadi perhatian MRP dan pemerintah daerah. Berdasarkan informasi penentuan akhir pada seleksi IPDN tahun 2020 sesuai keputusan Nomor: 810-453 tahun 2020 terdapat 30 nama yang dinyatakan lulus dari kabupaten, kota se Papua Barat, termasuk tingkat provinsi Papua Barat untuk kategori non asli Papua.

“Peserta yang dinyatakan lulus tes penentuan akhir terdiri dari orang asli Papua (OAP) di kabupaten, kota 25 sebanyak orang. Sedangkan non orang asli Papua sebanyak 5 orang yang berasal dari tingkat Provinsi Papua Barat” jelas Matini saat menemui Jagapapua.com di kantor MRP Papua Barat, Selasa (29/9).    

Secara terpisah, Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren menyatakan tahapan seleksi IPDN sejak awal dilaksanakan tidak melibatkan MRP sebagai pengawas eksternal. Bahkan MRP baru mendapat hasil akhir seleksi IPDN.

“Kami tidak dilibatkan dalam tahapan tes IPDN, sehingga akan kami surati pihak IPDN di Jakarta” jawab Ahoren kepada Jagapapua.com, Rabu (30/9).

Untuk itu, Ahoren menegaskan bahwa MRP akan menyurati pihak IPDN di Jakarta untuk melihat kembali hasil seleksi IPDN di Papua Barat. Apalagi sebanyak 25 orang asli Papua yang dinyatakan lulus ada dari kabupaten, kota ada yang bukan OAP. Dengan demikian, Ahoren menegaskan bahwa lembaga MRP akan mengeluarkan surat dan telaahan kepada pimpinan tertinggi IPDN di Jakarta. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

  • CarrollFlife

    https://prednisone.digital/# prednisone oral

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery