pasang iklan

Senator Filep Ingatkan Warga Agar Tak Bosan Patuhi Prokes

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Gelombang kedua Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan cukup signifikan dari jumlah sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan resiko tertular juga meningkat. Namun masyarakat terlihat masih belum sepenuhnya disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Kita lihat data makin meningkat, namun sebagian masyarakat terlihat “bosan” mematuhi protokol kesehatan, padahal semua orang beresiko.” Ungkap anggota DPD RI asal Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.M.Hum.

Pemerintah kembali memperbarui data kasus Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data dalam 24 jam terakhir hingga Minggu (20/9/2020), jumlah kasus secara nasional masih bertambah sejak kasus pasien pertama terinfeksi virus corona. Untuk provinsi Papua Barat, jumlah pasien positif sebanyak 1.495 orang, dengan pasien sembuh sebanyak 904 orang dan pasien meninggal sebanyak 26 orang.

"Kita lihat data yang terinfeksi hampir disemua kalangan. Ada pendatang, pekerja dari rantau, pedagang, pegawai, karyawan swasta, guru, petugas kesehatan. Ini menunjukkan setiap orang memiliki potensi tertular atau menularkan," jelas Dr. Filep Wamafma kepada jagapapua.com, Sabtu pagi (19/9).

Untuk mencegah semakin meluasnya pandemi Covid-19, Pemerintah melakukan pendekatan persuasif melalui sosialisasi secara masif dan massal. Pemerintah juga membentuk Tim Terpadu Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan (prokes), termasuk sejumlah daerah menerapkan aturan sanksi. Namun, dalam tinjauan Filep, penegakkan aturan belum maksimal.

"Usai tanggap darurat, daerah-daerah sudah tidak melakukan pembatasan, sehingga petugas kesehatan makin rentan dan banyak yang terpapar virus corona. Sehingga kasus pun meningkat. Tidak hanya petugas, tetapi juga masyarakat, termasuk pendatang dari luar daerah," jelas Dr. Filep. (JP/RF)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery