pasang iklan

Curigai Peneliti China, Perwira AS Lakukan Introgasi di Bandara

JAGAPAPUA.COM - Hubungan antara AS dan Tiongkok semakin meruncing. Seorang peneliti tamu (visiting researcher asal Tiongkok mengaku mengalami pemeriksaan yang meningkat saat ia melakukan boarding check di Bandara Internasional Boston. Tidak seperti biasanya, pemeriksaan yang ia jalani lebih terasa seperti diinterogasi. Hal ini terkait dengan kemungkinan dirinya mencuri teknologi dari AS untuk Tiongkok dan menduga kemungkinan hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok. Selain itu, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh perwira AS yang bersenjata yang menambah ketidaknyamanan dirinya.

Ia adalah seorang mahasiswa PhD sekaligus peneliti tamu selama satu tahun di Brown University. Pemeriksaan yang dialaminya menghabiskan waktu hingga dua jam lamanya. Menurut keterangannya, sebetulnya ia dapat menghubungi pengacaranya maupun pihak Kedutaan Besar Tiongkok di AS. Akan tetapi ia tidak melakukan hal itu, karena khawatir tertinggal penerbangan dan tertunda urusannya. Ia diketahui hendak melakukan penerbangan ke kampung halamannya, Shanghai untuk menemui istrinya yang sejak lama terpisah karena ia harus menjalani studinya di AS.

Hal ini dilakukan AS bukan tanpa alasan. Pasalnya, beberapa kejadian sebelumnya mendukung tindakan yang dilakukan AS padanya. Seorang sarjana tamu Tiongkok pada bulan lalu ditangkap saat hendak melakukan penerbangan ke Tiongkok di Bandara Internasional Chicago O'Hare. Pemeriksaan dilakukan terhadap laptopnya dan ditemukan kode perangkat lunak yang berhubungan dengan penelitiaan. Menurut dakwaan federal, kode tersebut memiliki aplikasi militer.

Beberapa peneliti asal Tiongkok lain juga terbukti menyembunyikan hubungan dengan militer Tiongkok dalam sebuah aplikasi visa. Kemudian menurut penyelidikan FBI, seorang peneliti Tiongkok membuang hard drive yang rusak dan didakwa tindakannya tersebut adalah langkah untuk menghilangkan bukti.

Direktur FBI Christopher Wray baru-baru ini mengatakan, sebagai tanggapan atas "kampanye spionase ekonomi yang luas" di Beijing, FBI sekarang membuka kasus kontraintelijen terkait Tiongkok setiap 10 jam, melansir dari BBC News (5/9)

Asisten Menteri Luar Negeri AS David Stilwell mengatakan kepada BBC bahwa bagi siswa yang datang ke AS dengan tujuan untuk belajar, pintu Amerika "terbuka lebar". "Tetapi jika Anda di sini menyamar sebagai (siswa)," katanya, "kita harus membela diri."

Pemeriksaan hingga tindakan menggeledah pada umumnya memerlukan surat perintah penggeledahan elektronik. Akan tetapi surat ini tidak diperlukan saat di bandara. Petugas cukup merasa mencurigai untuk bisa melakukan hal tersebut karena bandara adalah sasaran yang tepat untuk melakukan pemeriksaan. Selain itu, pemeriksaan peneliti maupun akademisi lebih cenderung ditujukan pada bidang ilmiah dari institusi yang memiliki keterkaitan dengan militer Tiongkok. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (143)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery