pasang iklan

Angkat Otsus Papua, Marthen Duow interupsi Sidang Paripurna DPR

JAGAPAPUA.COM - Selasa (1/9), Marthen Duow, anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan interupsi saat DPR menyelenggarakan rapat paripurna di ruang rapat paripurna, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Dalam interupsinya Marthen Duow dengan nada tinggi menyatakan bahwa dirinya adalah warga Papua namun mengaku belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan. Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa kesejahteraan rakyat juga berada di tangan perwakilannya yaitu para anggora DPR sebagai badan legislatif.

“Saya Papua sudah merdeka, tetapi belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan itu. Dengan hadirnya kita DPR, rakyat sejahtera di tangan kita perwakilan rakyat,” ujarnya pada sidang paripurna tersebut, Senayan, Jakarta pada selasa (1/9).

Marthen yang terkenal dengan gaya gebrak mejanya saat menyampaikan aspirasi, juga menyampaikan beragam aspirasi rakyat Papua terkait otsus yang akan segera berakhir pada tahun 2021 mendatang. Ia mengatakan bahwa aspirasi rakyat Papua masih beragam, ada yang menginginkan otsus Papua tidak diperpanjang dan ada yang menginginkan untuk diperpanjang.

“Tuntutan dari rakyat Indonesia Papua ada yang ingin otsus jangan diperpanjang,” imbuhnya. “ Terus ada juga yang bilang ingin diperpanjang. Kalau tidak diperpanjang marilah bertatap dan berdiskusi dengan Presiden RI”, ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa sebelumnya, DPR Papua telah menemui Dirjen Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri yang hasilnya diberikan waktu selama 2 bulan untuk menyelesaikan pembahasan otsus Papua. Akan tetapi waktu 2 bulan menurutnya tidaklah cukup untuk menampung aspirasi rakyat Papua. Oleh karena itu, ia meminta kepada pimpinan dan komisi yang bersangkutan untuk memperpanjang waktu tersebut menjadi 6 bulan guna dapat benar-benar menyerap aspirasi masyarakat Papua dan menyelesaikan diskusi terkait otsus Papua.

“Beberapa minggu kemarin, DPR Papua telah menemui Dirjen Otda di Kemendagri dan diberikan waktu hanya 2 bulan. Tapi apakah pas dalam 2 bulan menyelesaikan masalah otsus ini?” kata Marthen Duow menjelaskan.

“Saya minta pimpinan dan komisi yang bersangkutan, terkait otsus ini tolong bantu saya di Papua. Kalau bisa jangan 2 bulan, tapi diperpanjang sampai 6 bulan.” Imbuhnya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Marthen Duow tersebut, Puan Maharani mengatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada komisi terkait dan tim otsus Papua.

“Terima kasih kepada Bapak Marthen Duow. Apa yang bapak sampaikan akan ditindaklanjuti oleh komisi terkait dan tim otsus yang dipimpin oleh Pak Azis Syamsuddin,” kata Puan Maharani.

Keputusan otsus Papua mendatang, apakah akan diperpanjang atau tidak, merupakan momentum penting dan diharapkan dapat benar-benar mewakili aspirasi rakyat Papua. Berbagai penelitian memberikan banyak data dan fakta yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan proyeksi kebijakan dalam diskusi. Termasuk berbagai pendapat dari kalangan aktivis demokrasi dan akademisi yang menawarkan berbagai solusi dan pendekatan kondisi baik secara internal maupun eksternal juga layak untuk dilibatkan. Unsur yang paling vital kemudian adalah keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam diskusi otsus ini dalam upaya turut mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua dan benar-benar sepenuhnya merasakan kemerdekaan dengan integrasinya ke dalam NKRI. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery