pasang iklan

Hendaknya Papua Belajar dari Musa dan Harun untuk Merdeka

JAGAPAPUA.COMHendaknya kita buka diri untuk belajar dari orang-orang tertindas yang  berusaha keluar dari penindasnya.

Dua bangsa kecil yang berani menghadap bangsa penindasnya secara berani dengan  santun, terhormat, bermartabat dan demokratis minta pembebasannya di istana yaitu bangsa Israel dan bangsa Papua Barat.

Pertama: bangsa Israel melalui kakak beradik Musa dan Harun pergi menghadap raja Firaun sujud menyembah Firaun yang terkenal bengis itu dan minta pembebasan bangsanya untuk kembali ke tanah leluhurnya Tanah Kanaan ( Keluaran 4:23;5:1)

Kedua: bangsa Papua Barat melalui Tim 100 menghadap Presiden RI-3 Prof. Dr. B.J.Habibie di istana Merdeka Jakarta sujud menyembah Presiden meminta: "Kembalikan Kedaulatan Bangsa Papua Barat 1 Desember 1961".

Kemudian di susul Presidium Dewan Papua (PDP) sujud menyembah Presiden RI ke-4  Abdulrachaman Wahid, untuk meminta berikanlah kami dana Rp.1.000.000.000 untuk ber-Kongres ke-2, tanggal 26 Mei-4 Juni 2000.

Kiranya Pemangku Kepentingan dalam hal ini, Pemerintah Pusat di Jakarta dan Pemerintah Daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat berkaca dari bangsa Israel dan bangsa Papua Barat, berani secara santun, terhormat, bermartabat dan demokratis meminta haknya itu untuk buka diri, berani, secara santun, terhormat, bermartabat dan demokratis membicarakan nasib  Otonomi Khusus dengan rakyat Papua Barat.

Dari pada Pemerintah Pusat di Jakarta dan Pemerintah Daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat memperpanjang Otonomi Khusus tanpa melibatkan obyek sengketa, akan mengakibatkan hal- hal fatal ( Keluaran 4:23).

Demikian sumbangan pikiran dari seorang anggota Tim 100, Moderator PDP/Ketua Ex Oficio PDP, Mantan Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Herman Awom.

Share This Article

Related Articles

Comments (2979)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery