pasang iklan

Warga Dianiaya, Masyarakat Tambrauw Sebut Tak Butuh Kodim

TAMBRAUW, JAGAPAPUA.COM - Beredar foto dimedia sosial, seorang pemuda bernama Alex Yapen asal Werur diduga dianiaya oleh oknum TNI di Sausapor Tambrauw hingga babak belur.

Tampak dibagian muka dan tangannya terlihat memar. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Yohanis Mambrasar, S.H dalam tulisannya yang beredar di laman Fb, warga yang dianiaya tidak hanya Alex Yapen, tetapi sejumlah warga lainnya juga ikut dianiaya pada hari yang berbeda.

dua warga Fef pada April 2020, penganiayaan 2 warga Mubrani pada Juli 2020, Penganiayaan 4 pemuda warga Kosyefo di Kwor pada 28 Juli 2020, serta intimidasi warga Werbes dan Werur yang dilakukan oleh anggota Koramil Sausapor dan Kodim pada 25 dan 26 Juli 2020.

Atas kejadian ini, beredar ajakan kepada warga untuk melakukan aksi kirim SMS/WA serentak kepada Komnas HAM dan Pangdam Papua Barat agar segera memproses tindakan tersebut.

Tuntutan yang disampaikan ialah meminta Komnas HAM RI melakukan Investigasi dan mendorong penegakan hukum atas pelaku tindak kekerasan terhadap warga sipil tersebut. Sedangkan kepada pangdam XVIII Kasuari Papua Barat, meminta agar menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil di Tambrauw, menghukum dan memecat pelaku kekerasan.

Yohanis juga menyebut bahwa Tambrauw adalah wilayah sipil, bukan wilayah perang. Sehingga menurutnya, tidak ada alasan yang jelas mengapa begitu banyak TNI didatangkan ke wilayah tersebut. Atas kejadian ini, warga menyampaikan Protes atas pembangunan KODIM dan KORAMIL di Tambrauw. (Kr)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery