pasang iklan

Wijayantara: Ekpansi KUR UMKM Upaya Penyelamatan Ekonomi Nasional

JAKARTA,JAGAPAPUA.COM -  Setelah diberlakukannya New Normal oleh Pemerintah ditengah masih masa pandemik ini diharapkan seluruh Bank milik Negara, agar dapat berkomitmen kuat melakukan dorongan ekspansi kredit secara besar.

Hal ini dilakukan guna menunjukan tanggungjawab dari para bankir yang sudah begitu lama mengabdi di Bank Himbara, sekaligus langkah ini juga dipandang sejalan dengan arah kebijakan ekonomi presiden.”Demikian ungkap Ketua Umum Serikat Himpunan Bank Negara (Himbara) Satya Wijayantara melalui keterangan persnya, Jumat (3/7/20).

Menurutnya, apabila bank-bank Himbara tidak mendorong ekspansi kredit dan hanya meletakan kefokusan pada rest kredit saja, maka tentu tindakan tersebut hanya menempatkan bankir Himbara sebagai parasit yang memakan gaji buta, karena bankir tersebut tidak memiliki sense of crisis dalam mendukung kebijakan presiden Jokowi yang pro rakyat,"Ucap Satya.

Lanjut dia, kehadiran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM adalah bentuk program pemulihan ekonomi nasional dan berjalan sesuai program, sekalipun adanya PSBB yang diberlakukan oleh beberapa provinsi dan kabupaten selama mulai April hingga Juni 2020.

"Kami Serikat Pekerja Himbara bekerja keras untuk memastikan KUR yang diperuntukan UMKM bisa tersalur dengan cepat, sehingga program penyelamatan ekonomi nasional bisa cepat terlaksana," ujar Satya.

Satya menilai, relaksasi dan stimulus KUR UMKM yang dijalankan oleh Bank-Bank Himbara selama masa pandemi Covid-19 telah menunjukkan hasil nyata.

Selama masa pandemi Covid-19, Pemerintah telah mengalokasikan biaya penanganan Covid-19 dengan anggaran terakhir sebesar Rp695,20 triliun sesuai Perpres No. 72 tanggal 24 Juni 2020. Anggaran tersebut terdiri dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp607,65 yang merupakan program untuk menjaga daya beli dan mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian.

Program PEN tersebut terdiri dari anggaran perlindungan sosial sebesar Rp203,90 triliun, insentif usaha sebesar Rp120,61 triliun, dukungan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun dan sektoral kementerian/Lembaga dan Pemda sebesar Rp106,11 triliun.

"Khusus bagi UMKM, dukungan tersebut diberikan dalam bentuk subsidi bunga, insentif pajak dan penjaminan untuk kredit modal kerja baru UMKM. Total subsidi bunga yang dianggarkan mencapai Rp35,28 triliun dengan target penerima sebanyak 60,66 juta rekening," terangnya.

"Adapun Penundaan angsuran dan subsidi bunga untuk usaha mikro dan kecil sebesar 6 persen selama 3 bulan pertama dan 3 persen selama 3 bulan berikutnya, serta usaha menengah sebesar 3 persen selama 3 bulan pertama dan 2 persen selama 3 bulan berikutnya,” tambahnya.

Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut khususnya kebijakan KUR.

"Dengan adanya Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 6 Tahun 2020 sebagaimana diubah dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2020 tentang Ketentuan Khusus bagi Penerima KUR terdampak Pandemi Covid-19, hal itu sangat efektif bagi kami untuk mempercepat penyaluran KUR untuk UMKM," paparnya.

Pasalnya, kata dia, dalam Permenko tersebut, diberikan relaksasi penundaan angsuran pokok dan pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6 persen selama 3 bulan pertama dan 3 persen selama 3 bulan berikutnya, perpanjangan jangka waktu, penambahan limit plafon dan penundaan kelengkapan persyaratan administrasi pengajuan KUR.

"Berdasarkan data posisi akhir yang kami miliki di Himbara pada Mei 2020 yang disampaikan 14 penyalur KUR, ternyata fasilitas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah tersebut telah dimanfaatkan cukup signifikan oleh debitur KUR," ujar Ketua Umum Serikat Pekerja Bank BTN itu.

Adapun, rinciannya sebagai berikut:

a. Tambahan subsidi bunga KUR diberikan kepada 1.449.570 debitur dengan baki debet Rp46.1 triliun.

b. Penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada 1.395.009 debitur dengan baki debet Rp40,7 triliun.

c. Relaksasi KUR, berupa perpanjangan jangka waktu diberikan kepada 1.393.024 debitur dengan baki debet Rp39,9 triliun.

Dia menjelaskan, secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai dengan 31 Mei 2020 telah mencapai sebesar Rp538.82 triliun dengan baki debet sebesar Rp158.84 triliun diberikan kepada 20,5 juta debitur. Adapun tingkat NPL KUR sampai dengan 31 Mei 2020 tercatat masih di posisi terjaga yaitu sebesar 1,18 persen.

Sementara itu, penyaluran KUR selama Januari 2020 sampai dengan 31 Mei 2020 mengalami sedikit perlambatan dengan penyaluran sebesar Rp65.86 triliun kepada 1.9 juta debitur. Penyaluran tersebut sebesar 34.66 persen dari target tahun 2020 sebesar Rp190 triliun.

"Perlambatan KUR tersebut dapat dimaklumi mengingat penerapan kebijakan physical distancing, social distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa provinsi telah mengakibatkan menurunnya aktivitas ekonomi, sehingga terpengaruh terhadap bisnis UMKM dan pada lanjutannya menurunkan permintaan KUR baru," jelasnya.

Berdasarkan informasi terakhir yang disampaikan bank penyalur terbesar KUR yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan pangsa 64 persen, ternyata penyaluran KUR membaik sejak minggu kedua Juni 2020. Menurut salah satu Direksi BRI, kemudahan persyaratan pengajuan KUR pada masa Covid-19 dan dimulainya akitivitas ekonomi pada era ‘New Normal” menyebabkan penyaluran KUR mulai meningkat signifikan pada minggu kedua Juni 2020.

Dalam testimoni lebih lanjut Direktur BRI tersebut mengemukakan bahwa banknya lebih fokus melakukan restrukturisasi kredit pada bulan April (79,4 persen) dan Mei 2020 (82,7 persen). Namun sejak minggu ketiga, ekspansi kredit mikro porsinya telah mencapai 78,2 persen dan restrukturisasi tinggal hanya 21,8 persen. Bahkan pada akhir minggu ketiga Juni 2020, ekspansi total kredit kecil di BRI telah mencapai lebih dari Rp1 triliun per hari atau dengan kata lain sudah mendekati penyaluran kredit kecil pada masa normal.

"Kami para Pekerja Bank HIMBARA akan terus bekerja keras hingga ekspansi kredit nasional dapat meningkat dan pemulihan ekonomi nasional dapat lebih cepat,"Tutup dia. (RS)

Share This Article

Related Articles

Comments (7)

  • Sqqesd

    stromectol covid 19 - ivermectin trial ivermectin generic name

  • Zrpgwf

    can you buy generic cialis in canada - cialis online cost cialis online in us

  • Lamjaq

    cialis original - cialis in mexico purchase tadalafil 5mg online

  • Elelela

    Meta analysis of three trials yielded a positive effect for opioid administration, WMD 1 where to buy cialis

  • woIDzN

    Monitor Closely 1 rifapentine will decrease the level or effect of clorazepate by affecting hepatic intestinal enzyme CYP3A4 metabolism when did viagra come out The remaining 7 patients 41 each had previously received one of the following therapies

  • VCCwDuGIS

    A dynamic examination assessing the real- time mobility of the pelvic organs is mandatory in these cases buy priligy in the us Our primary analysis was therefore to test whether tamoxifen benefit was dependent on any of the downstream activated prot

  • shoumuppy

    collected 109 valid semi structured questionnaire to investigate the reasons of untreated or interrupted treatment within 4 months among oral, colon, breast and cervical cancer patients 30 order cialis online

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery