pasang iklan

Filep Wamafma Berikan Pemahaman 4 Pilar MPR ke Mahasiswa Arfak

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal daerah pemilihan Papua Barat Dr. Filep Wamafma SH.,M.hum., C.L.A melaksanakan agenda sosialisasi dan pemahaman tentang Empat Pilar MPR RI kepada mahasiswa Pegunungan Arfak (Pegaf).

Dalam diskusi tanya jawab itu, Filep Wamafma mengajak seluruh mahasiswa Arfak untuk memahami tentang maksud dari tujuan empat pilar MPR RI.

Tujuan diselenggarakan kegiatan sosialisasi empat pilar yaitu untuk menambah wawasan tentang kebangsaan dan memperkuat Integritas Bangsa seperti budaya gotong royong, sifat toleransi, saling menghormati satu sama lain dalam bingkai NKRI.

"Salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah keragaman atau kemajemukannya" kata Filep, Selasa (23/6).

Dikatakan senator Filep Wamafma bahwa sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa, Indonesia memiliki banyak ragam agama dan budaya di sekitar 16.056 pulau.

Bahkan suku Arfak sendiri memiliki bahasa dan adat-istiadat yang berbeda. Meskipun berbeda, namun satu dalam bingkai NKRI.

Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan.

Konsepsi tersebut disebut sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan.

Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

Lebih lanjut, Filep mengatakan, mahasiswa Arfak adalah generasi muda yang harus bergerak untuk membangun daerahnya diatas tujuan berbangsa dan bernegara tersebut.

Perwakilan mahasiswa Arfak yang mengikuti kegiatan tersebut, 16 nama diantaranya telah persiapkan diri untuk menyusun skripsi.

Untuk kesempatan ini, Wamafma mengajak mahasiswa untuk tetap fokus mengikuti pendidikan perguruan tinggi tanpa harus dipengaruhi dengan agenda lain yang dapat merugikan diri sendiri. Meskipun memiliki banyak kegiatan sampingan, menurutnya menuntut ilmu adalah yang utama.

Ia pun minta kepada mahasiswa agar tidak hanya berpikir tentang pegawai negeri sipil, namun mahasiswa harus beralih profesi sesuai perkembangan zaman. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (4)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery