pasang iklan

Tapol Versus Koruptor, Siapa Ancaman Nyata Negara?

Bazoka Logo tahanan Polda Papua di Jayapura dikabarkan terjangkit Covid-19. Ditengah kebijakan negara membebaskan tahanan karena pandemi, seorang tapol tidak diberi ruang bebas. Padahal mereka bukan penjahat kaliber yang  membunuh sistem dan rakyat di Negri ini.

Siapa para penjahat sesungguhnya yang melanggar HAM? Para koruptorlah pelaku pelanggar HAM ekonomi sosial budaya yang secara sadar merampok uang negara, yang membunuh sendi-sendi bangsa, yang memiskinkan rakyat, yang membuat kesenjangan sosial sampai-sampai isu beberapa provinsi ingin merdeka pisah dari Indonesia makin mencuat.

Koruptorlah yang membuat masyarakat di Jawa hidup di bawah kolong jembatan. Koruptorlah yang membuat rakyat terhasut bergabung dalam misi terorisme karena hidup miskin demi uang, dan koruptorlah yg membuat kejahatan marak dimana-mana dengan berbagai motif. Koruptor memang tak membunuh nyawa secara nyata. Ia samar, tapi lebih nyata dalam data kemiskinan dan permasalahan sosial di Indonesia.

Lalu pantaskah seorang Koruptor diberi udara segar dan diberi perlindungan untuk terhindar dari Covid-19? Padahal koruptor adalah penjahat paling nyata yang membahayakan ketahanan nasional di semua sisi.

Membebaskan koruptor, sama saja Negara merawat konflik yang membahayakan Ketahanan Nasional.

Dari sisi mana Negara melihat seorang Bazoka Logo berbahaya? Apakah dia Penjahat? Apakah dia pemberontak?  Bazoka hanya manusia biasa, seorang aktivis kemanusiaan yang melihat nasib rakyat dan bangsanya dari sudut pandang kemanusiaan.

Tidak ada senjata, tidak ada kejahatan kekerasan fisik yang dilakukan. Lantaskah Hukum rasis Republik ini memandang Bazoka lebih berbahaya dari koruptor? Negara yang aneh, tidak menghargai kebebasan berpendapat. Negara tidak bisa jeli melihat mana ancaman dan mana yang bukan ancaman.

Perilaku rasime membuat ketidakadilan itu berlaku bagi para aktivis kulit hitam dan rambut keriting di negara ini. Perlindungan dan pembebasan yang harus berlaku bagi aktivis di situasi Covid-19 tidak dilakukan. Negara hanya berpihak kepada Penjahat nomor satu yakni koruptor. Ini bentuk Rasisme yang membuat Bazoka Logo harus terjangkit Covid-19.

Semoga Tuhan menolong Tuan bazoka Logo. Tuhan memberkatimu bersama seluruh para Tahanan Politik yang hidupnya hari ini disalibkan demi menegakan eksitensi Penghormatan terhadap tanah dan harkat martabat manusia yang disetarakan dengan monyet.

(Ditulis oleh pemuda Papua, Kogoyanak Yume)

Share This Article

Related Articles

Comments (147)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery