Tim Covid-19 Papua Barat, tim gustu kabupaten Manokwari dan Unicef Papua Barat saat melakukan sosialisasi Covid-19 dengan menggunakan bahasa hatam suku Arfak
MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Tim Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan Papua Barat, gustu Kabupaten Manokwari, dan Unicef Papua Barat melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, Rabu (13/5).
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, selain menggunakan bahasa Indonesia, Tim Satgas dan Unicef juga menggunakan bahasa daerah asal suku Arfak yakni bahasa Hatam yang dipahami masyarakat asli setempat.
Staf Dinas Kesehatan Papua Barat yang adalah anak asli Suku Arfak, Owira Indouw menjadi penerjemah dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Indow mengaku menemani tim Dinas Kesehatan Manowkari dan Papua Barat untuk sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19.
Menurut dia, jika ada masyarakat Hatam yang tidak mengerti, maka ia menjelaskan menggunakan bahasa daerah setempat.
"Itu dilakukan supaya masyarakat bisa mengerti apa yang disampaikan petugas. Ini adalah upaya kalau kita suku Arfak ini, khususnya suku Hatam. Saya bicara dengan bahasa Hatam supaya mereka bisa mengerti dan laksanakan sesuai imbauan pemerintah, sebab kalau menggunakan bahasa Indonesia saja, kita punya orang tua tidak mengerti" ungkap Indouw.
Lebih lanjut kata dia, alam sosialisasi itu sendiri tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia tetapi mengunakan bahasa daerah. Dengan demikian masyarakat bisa paham dan melaksanakan sesuai imbauan pemerintah.
"Sosialisasi menggunakan bahasa Hatam itu disambut baik masyarakat setempat" kata dia. Sementara itu, salah seorang warga Kampung Dindey, Sadi Ahoren menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang mengirim tim melakukan sosialisasi di disini dengan menggunakan bahasa daerah.
Kata Ahoren, sebelumnya sudah ada tim yang melakukan sosialisasi kepada mereka, tetapi hanya menggunakan bahasa Indonesia. Akibatnya, orang-orang tua tidak memahaminya dengan baik.
"Tim yang sekarang tidak hanya pakai bahasa Indonesia tapi juga bahasa daerah, sehingga orang-orang tua yang tidak mengerti bahasa Indonesia juga bisa paham cara-cara mencegah penyebaran virus ini karena menggunakan bahasa daerah juga," ujarnya.
Lebih lanjut, setelah paham maka masyarakat yang tidak pernah cuci tangan pun bisa belajar untuk mencuci tangan dan bila keluar rumah bisa menggunakan masker.
Begitu pula tetap menjaga jarak kalau saat duduk bersama. Dia menambahkan imbauan pemerintah ditengah situasi Covid-19 ini jangan hanya menggunakan bahasa Indonesianya, melainkan harus menggunakan bahasa daerah lokal masyarakat setempat. (Beam)
Share This Article