pasang iklan

Efek Konflik, Ratusan Pengungsi Nduga Meninggal Sia-Sia

Sangat disayangkan, nasib pengungsi Kabupaten Nduga yang terlantar begitu saja di Kabupaten lain, dan meninggal dengan sia-sia tanpa ada perhatian dari Pemerintah setempat.

Angka kematian masyarakat Nduga semakin bertambah, baik yang ditembak maupun yang meninggal di Pengungsian. Baru-baru ini angka kematian masyarakat Nduga telah mencapai 243 jiwa. Bukan hanya itu saja tetapi perlu ketahui bahwa angka kematian masyarakat sipil terus meningkat.

Sebelum Virus Corona muncul di Papua, sebenarnya  krisis kemanusiaan di Nduga dan Papua seluruhnya telah terjadi korban jiwa. Namun  Pemerintah pusat dan daerah tidak mau menanggapi dengan serius terhadap korban-korban yang sedang berjatuhan itu.

Karena korban-korban  itu mungkin dianggap pengacau, OPM, KKB, Separatis, hanya dianggap seperti tikus-tikus hutan dan monyet, sehingga diabaikan begitu saja. Mengapa saya sebut begitu, kematian di Papua tidak pernah dianggap sebagai sesuatu yang serius. Manusia meninggal layaknya binatang, hilang nyawa begitu saja tanpa bekas.

Padahal mereka juga adalah warga Negara yang punya hak hidup di Negara ini, dan korban-korban ini memang harus diperhatikan oleh Pemerintah Rebuplik Indonesia. Namun Pemerintah Indonesia diam dan agaknya memang tidak bisa mencari solusi untuk mengakhiri kekerasan di Papua.

Pada 4 Mei 2020 sekitar pukul 7 pagi, seorang kepala suku besar dan ia juga dipanggil sebagai pendeta Bapak Abenrak Nimiangge telah meninggal Dunia di kampung ilekma Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya.

Begitulah nasib pegungsi yang meninggal tanpa ada perhatian pemerintah,  tetapi selama ini yang bisa mereka lakukan adalah hanya doa, karena selemah tindakan adalah doa. Melalui  doalah Tuhan bisa menjawab.

Jika angka kematian masyarakat Nduga terus bertambah, pemerintah Indonesian tidak bisa menganggap kematian itu biasa-biasa saja, meremehkan, mengangap sebagai sebuah masalah kecil.

Perlu ketahui bahwa kematian itu ada nilai kemanusiaannya. Alangkah layaknya jika mereka meninggal di kampung mereka sendiri,bukan karena mengungsi.  Tetapi karena daerah dan tempat tinggal mereka telah terjadi operasi militer skala besar sehingga mereka dianggap seperti orang-orang terasing dan hidup di daerah orang lain, lalu meninggal.

Saya sangat heran dan selalu bertanya dalam hati, Pemerintah Indonesia sangat sibuk dengan virus corona, virus yang membawa kematian masyarakat di seluruh dunia termasuk indonesia, dan kemudian telah menganggarkan dengan  jumlah dana  yang cukup besar.  Sedangkan  penembakan fisik terhadap Warga masyarakat sipil yang dilakukan TNI/POLRI terhadap masyarakat Nduga, Intan Jaya dan beberapa Kabupaten lainya dibiarkan begitu saja dan dianggap tidak ada nilainya karena di duga OPM, KKB, KKSB, Tikus-Tikus Hutan, dan Monyet.

Sehingga pemerintah hanya selalu memilih berdiam diri, sebenarnya pemerintah juga membentuk tim penyelesaian masalah Papua, namun semua itu hanya setengah hati dan proses penyelesaiannya tidak dapat berjalan dengan maksimal.  Hingga sampai tidak pernah tuntas sesuai dengan harapan masyarakat Papua.

 Apakah dugaan  pelanggaran ham di Papua kita lupakan semuanya karena ada Virus Corona saudara?  Maaf, tidak bisa. pelanggaran HAM yang menghilangkan nyawa manusia tanpa ada kesalahan harus terus kita bicarakan. Karena mereka mati bukan karena sakit atau bukan stres atau bukan karena gila, mereka ditembak dengan unsur sengaja dan menghilangkan nyawa tanpa ada kesalahan sehingga kita harus bersuara dan terus berbicara.

Hingga sampai masyarakat Papua harus mendapatkan rasa keadilan dalam penegakan HAM, karena masyarakat asli Papua sebagai warga Negara juga punya hak untuk mendapatkan Keadilan  dalam penegakan Hak Asasi Manusia.

Oleh karena itu kita sebagai pembela HAM harus berjuang karena dugaan pelanggaran HAM di Papua belum berakhir.

(Ditulis oleh Theo Hesegem, Aktivis HAM sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/1984/anak-anak-pengungsi-nduga-yang-kelaparan

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery