JAGAPAPUA.COM - Beberapa waktu lalu, gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendatangi asrama mahasiswa Papua di Semarang guna memberikan bantuan karena terdampak pandemi virus corona. Berbagai respon positif bermunculan, salah satunya datang dari politisi Papua yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Papua, Paskalis Kossay. Berikut ungkapan apresiasi yang beliau tulis di laman Facebooknya;
Ditengah virus corona mewabah dunia di Indonesia, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi beberapa asrama Pelajar Mahasiswa Papua di Semarang. Sungguh amat terharu kedatangan seorang Gubernur ditengah kegalauan anak-anak penghuni asrama. Anak-anak ini tentu saja merasa terjepit dan susah bergerak bebas untuk mencari nafkah sekedar mengalas perut untuk bertahan hidup masa ancaman virus corona ini.
Kehadiran Gubernur Ganjar ditengah situasi terjepit itu, membawa setitik harapan cerah sekaligus mengobati kegelisahan hidup yang dialami para mahasiswa dan pelajar Papua di asrama tersebut. Karena pak Gubernur datang dengan jaminan yang pasti, dengan menyelesaikan semua persoalan kebutuhan hidup yang dihadapi anak-anak asrama.
Gubernur Ganjar datang dengan penuh "kebapakan". Menyapa dan menemui anak-anak. Menanyai satu per satu apa kebutuhan mereka hari ini. Apa yang menjadi masalah pokok dihadapi anak-anak. Mulai dari tunggakan air bersih, tunggakan listrik sampai pada fasilitas belajar. Semuanya dapat diselesaikan hari itu juga, tidak dibutuhkan waktu lama.
Inilah sosok pemimpin yang perlu diteladani oleh pemimpin publik yang lain di Republik ini. Menjadi pemimpin itu amanah Tuhan, bukan untuk memperkaya diri sendiri, atau untuk keluarga dan atau hanya untuk kroninya. Pemimpin untuk semua tanpa pandang bulu berdasarkan primordialisme suku, ras, agama dan antar golongan.
Gubernur Ganjar bisa dibilang, seorang pemimpin yang fenomenal. Tidak banyak pemimpin di Indonesia berani melakukan hal seperti ini, apalagi terhadap anak-anak Papua. Imaged pemimpin diluar sana terhadap orang Papua cenderung negatif. Sehingga tidak berani berkomunikasi dengan anak-anak Papua yang ada disitu.
Namun beda dengan Gubernur Ganjar, beliau mendobrak imaged negatif itu dan menemui anak-anak asrama dengan jiwa penuh kebapakan, saling menyapa penuh kekeluargaan.
Secara perspektif kebangsaan, Gubernur Ganjar, sebetulnya meneladani semangat para tokoh founding father bangsa. Bersusah payah para tokoh pejuang bangsa mempersatukan bangsa ini dari keberagaman suku bangsa, ras, agama dan asal daerah menjadi satu kesatuan bangsa lalu membentuk sebuah negara bangsa yang disebut negara Indonesia ini.
Orang suku bangsa Papua yang ada dimanapun diseluruh wilayah Nusantara harus diperlakukan sama seperti yang diteladani Gubernur Jawa Tengah sekarang ini. Harus dirangkul baik sebagai warga dari daerah dimana mereka tinggal. Bukan dijauhi dengan stigma negatif, seperti kasus asrama mahasiswa di Surabaya (16-17/8/2019) lalu.
Gubernur Ganjar Pranowo memberi contoh yang baik bagi pemimpin bangsa ini. Setiap pemimpin harusnya memiliki semangat yang sama seperti Gubernur Ganjar, pasti nilai kesatuan dan persatuan bangsa dapat terpelihara dan Indonesia akan tetap kokoh tanpa ada gangguan baik dari dalam maupun dari luar.
Terima kasih Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo yang sangat perduli terhadap anak-anak kami di Asrama Mahasiswa Pelajar Kota Studi Semarang. Doa kami dari Papua, semoga Bapak Gubernur dan keluarga diberkati oleh Tuhan Yang Kuasa. Dan senantiasa diberi kesehatan yang baik untuk melayani warga bapak dengan penuh semangat. Salam hormat dari Papua. (Paskalis Kossay, mantan anggota DPRD Papua)
Cool website!
My name’s Eric, and I just found your site - jagapapua.com - while surfing the net. You showed up at the top of the search results, so I checked you out. Looks like what you’re doing is pretty cool.
But if you don’t mind me asking – af
www.talkwithwebvisitor.com
Hey, this is Eric and I ran across jagapapua.com a few minutes ago.
Looks great… but now what?
By that I mean, when someone like me finds your website – either through Search or just bouncing around – what happens next? Do you get a lot of leads fro
Alofiva
There were insufficient data to determine the place of ketoconazole, tamoxifen, bromocriptine, human chorionic gonadotropin, or hormone supplementation as an adjunct to clomiphene versus clomiphene alone in anovulatory, normoprolactinaemic women who man
Share This Article