pasang iklan

Yoteni Tekankan Pentingnya Ikuti Anjuran Pemerintah

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Menyikapi dampak dari ganasnya wabah virus corona atau Covid-19 secara global hingga dirasakan oleh masyarakat di tanah Papua pada umumnya, dan secara khusus di Papua Barat, maka perlu adanya kewaspadaan bersama.

Kepala suku Mananir Teluk Wondama di tanah Papua, Yan Anthon Yoteni berpandangan bahwa wabah virus corona atau Covid-19 merupakan malaikat pencabut nyawa.

Kenapa demikian, kata Yoteni, wabah Covid-19 ini sangat berbahaya bagi keselamatan manusia dan berbeda dengan penyakit lainnya, maka jangan ada sikap anggap remeh dari semua manusia.

Menurut Yoteni, belajar dengan negara lainnya yang sudah berkembang dengan teknologi canggih dan sangat gampang memperoleh ilmu untuk menciptakan obat mengatasi wabah ini, namun negara-negara ini kesulitan menghadapi Covid-19.

"Negara maju seperti Amerika, Jepang, China, Jerman dan negara lainnya kewalahan. Padahal mereka memiliki berbagai kelengkapan alat kesehatan yang canggih. Sedangkan kita di Papua ini masih sangat terbatas dari semuanya, maka saya harap kita jangan anggap remeh" ungkap Yoteni kepada jagapapua.com, Rabu, 22 April 2020.

Untuk menghindari dampaknya ini, maka semua anjuran pemerintah harus diperhatikan oleh masyarakat, sebab ingat bahwa malaikat pencabut nyawa sedang berkeliling.

Anjuran pemerintah seperti tetap tinggal di rumah (stayhome) dan sebaliknya ketika keluar rumah harus keperluan mendesak, tetapi harus menggunakan masker, membawa cairan disinfektan, sehingga selalu gunakan dan satu hal lagi jauhi kerumunan banyak orang (social distancing).

Ia menambahkan bahwa wabah Covid-19 ini menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, maka anjuran pemerintah harus diperhatikan, sebab anjuran pemerintah adalah maklumat yang harus dijalankan.

Lebih lanjut, mantan ketua Komisi A DPR Papua Barat ini menyatakan, ketika pemerintah melarang masyarakat untuk tidak boleh bepergian kemana-mana, maka pejabat pemerintah daerah, vertikal, pegawai BUMN, BUMD dan pengusaha untuk tidak boleh berangkat keluar Papua Barat.

Menurut Yoteni, ketika keluar Papua Barat bisa saja tidak disadari akan membawa dampak virus corona bagi masyarakat, keluarga dan lingkungan sekitar lainnya.

Covid-19 ini, menurut Yoteni, sejauh ini belum ada temuan obat yang cocok untuk menghentikan virus tersebut. Bahkan para ahli obat di hampir seluruh dunia sedang mencari tahu obatnya.

"Meskipun saat ini sudah ada beberapa ahli menemukan obatnya, tetapi masih dalam tahap uji coba. Artinya obat ini bisa saja menyembuhkan, tapi juga belum bisa menyembuhkan" katanya. (WRP)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2302/kapolres-jayapura-menunda-mudik-partisipasi-cegah-corona

Share This Article

Related Articles

Comments (36)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery