pasang iklan

Jackie Chan Kagumi Bruce Lee Hingga Menembus Hollywood

JAGAPAPUA.COM - Melejit menjadi Super Star dalam film Hongkong kemudian menembus perfilman Hollywood, itulah pencapaian yang dialami Jackie Chan. Jackie sukses meniti karir sebagai actor laga. Pencapain itu dia dapatkan selain dengan tekun berlatih, ternyata rahasia sukses juga jujur dan rendah hati.

Hal tersebut di ungkap Jackie di sebuah wawancara, dan itu bisa anda dapatkan di YouTobe, dia berkisah, bahwa dirinya begitu mengagumi seorang aktor legendaris bintang film kungfu yang menyentak dunia, yakni Bruce Lee, Menurut Jackie, tindak tanduk Lee telah menunjukan kemampuan yang luar biasa hingga membuat dunia tersentak. Masa itu Bruce Lee menjadi semacam dewa di awal 1970an, gayanya ditiru oleh ribuan bintang setelahnya.

"Semasa menjadi stuntman saya, hanyalah seorang pemeran penganti yang selalu di belakang jika berada di tengah kerumunan,” ujar Jackie menceritakan saat dia berperan sebagai stuntman dalam beberapa film Bruce Lee. Dia ingin bilang mengatakan bahwa dia bukanlah siapa-siapa sebelumnya. Tapi sebagai stuntman dan anak muda yang bangga melihat Bruce, dia sebetulnya ingin sekali berbicara dengan bintang legendaris itu. Dari dekat, dan dengan akrab.

Kesempatan itu kelak tiba beberapa kali, antara lain Jackie mengingatnya pada film Enter The Dragon saat Bruce banyak memainkan double-stick sebagai senjata. Di salah satu adegan, ketika Bruce menggila dengan double stick, dan Jackie adalah seorang penyerang yang tentu saja akan dihajar oleh double-stick itu, Jackie bisa melihat Bruce dari jarak sangat dekat.

Biasanya Bruce sangat terukur dalam aksinya, dia menjaga agar kibasan senjata tumpul itu tak membuat lawan main cedera. Tapi Bruce terlalu bersemangat dan tak-tuk-tak hantaman stick mengenai pelipis Jackie sampai dia terjengkang. Bruce meneruskan laganya dengan pemain lain, dan Jackie yang tergeletak di lantai mengintipnya dengan mata setengah terpicing.

Pukulan stick itu cukup keras. “Pelipisku lebam berhari-hari,” kata dia. Meskipun Jackie sudah terbiasa, tapi kali itu dia ingin tahu apakah Bruce sadar kalau kibasan itu di luar batas. Begitu ada teriakan “cut”, Bruce berlari ke arah Jackie yang masih tergeletak, dan bertanya apakah dia baik-baik saja. Jackie tersenyum, “I am okay”. Dia bahagia didekati oleh Bruce, dan mendadak lupa akan sakitnya.

Pada momen lain, saat syuting Fist of Fury, ada adegan musuh menyerang Bruce dengan terjun memakai tali dari sebuah ketinggian. Dan lagi-lagi Jackie memainkan peran berbahaya. Sayangnya, di luar skenario, Jackie tak jatuh seperti yang diharapkan, tapi jatuh berdebam, dan tentu saja itu mengagetkan Bruce. Dia buru-buru lari ke arah Jackie, dan bertanya apakah dia baik-baik saja, dan Jackie mengatakan dia aman meskipun tubuhnya sakit. “Bruce memegang dada dan perutku, memastikan aku baik-baik saja,“ kata Jackie.

Dia terpukau dan hampir tak percaya, bahwa Bruce memeriksa tubuhnya dengan penuh perhatian. Bahkan setelah kejadian itu, seharian Bruce selalu menyapanya jika berpas-pasan, atau memberikan tanda jempol sambil mengangkat sedikit dagunya ke arah Jackie, atau menaikkan alis, semacam tanda akrab, atau mungkin juga rasa bersalah.

Pertemuan paling berkesan adalah ketika melihat Bruce di jalan di dekat hotel Jackie menginap. Hari itu jatah libur para kru film. Jakcie hendak ke stasiun bus untuk pergi bermain bowling. Di jalan dia melihat Bruce. Hari itu matahari terik, dan si superstar berjalan santai dengan kerah kemeja ditegakkan dan satu kancing terbuka, berkacamata, dengan celana yang ujungnya lebar menutupi sepatu. Jackie dengan kikuk menyapanya, dan Bruce menanyakan dia hendak pergi ke mana. “Aku ikut kamu,” kata Bruce.

Jackie tentu saja gelagapan. Ini kejutan. “Oh, okay,” kata dia. Matanya segera tertuju ke tepi jalan, lalu berteriak Taksi, dan berjalan cepat ke arah taksi yang berhenti, membukakan pintunya buat Bruce, dan mempersilakan sang idola naik duluan. “Tadinya saya ingin naik bus saja, tapi Bruce ikut. Padahal uang saya paspasan buat ongkos taksi,” ujar Jackie mengenang.

Tentu saja setelah itu, di tempat bowling, semua mata tertuju pada Bruce, dan Jackie memanfaatkan betul momen itu untuk menghalau orang-orang dan memberikan Bruce jalan, dan semuanya memandang adegan itu dengan rahang yang turun dan mulut terbuka. “Itu Bruce Lee? Kok bisa bersama kamu?”, ujar seorang pemain bowling sambil berbisik pada Jakcie. “Ya, itu Bruce Lee. Dia temanku”, Kata Jakcie.

Nasib memang misteri. Setelah kematian Bruce, dunia mendapat penggantinya, Jackie Chan. Dia kini bintang film kungfu yang sama dahsyatnya dengan Bruce, tentu semua itu dicapainya dari bawah dengan bersemangat dan kerja keras. Dia mengenang yang pahit sebagai sesuatu yang manis, menceritakan yang nestapa dengan jenaka.

Hari ini Jackie adalah legenda film Hongkong yang menembus Hollywood, dan dia bahkan bertahan lebih lama dari Bruce. Tapi Jackie tak pernah lupa masa lalunya, dan sikap hormatnya akan terlihat manakala orang menanyakan perihal idolanya, Bruce Lee.(RS)

Baca juga https://jagapapua.com/article/detail/2213/mengulik-kisah-cinta-tan-malaka

Share This Article

Related Articles

Comments (740)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery