pasang iklan

Pangdam dan Kapolda Bentuk Tim Tindak Pelaku Tambang Emas

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Masyarakat suku Meyah distrik Masni, kabupaten Manokwari, Papua Barat aspirasikan tentang adanya aksi penambang emas ilegal di aliran kali Wariori. Aspirasi itu sudah didengar Polda Papua Barat dan Kodam XVIII/ Papua Barat.

Hal ini disampaikan anggota Komite I DPD RI Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum ketika turun untuk lakukan agenda reses ke tengah masyarakat setempat, 11 Maret 2020 lalu.

Aspirasi masyarakat adat setempat selain sudah diteruskan dan didengar Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Tornagogo Sihombing dan sudah direspon untuk segera membentuk tim khusus menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Kali ini, aspirasi yang sama Filep Wamafma sampaikan kepada Pangdam XVIII Kasuari Papua Barat melalui Kasdam Brigjend TNI Ferry Zein saat lakukan pertemuan di Makodam Papua Barat, Selasa (31/3).

Kasdam setelah menerima informasi tersebut lalu memberikan kesempatan kepada Asintel Kasdam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf Wahyu Handoyo S.I.P untuk menjelaskan bagaimana komitmen Pangdam Mayjen TNI Yoppy Onesimus Wayangkau untuk mencegah masuknya penambang emas ilegal di daerah Papua Barat

Terbukti pada beberapa tahun lalu, Kodam XVIII Kasuari Papua Barat membongkar lokasi tambang emas ilegal di kali Wariori, termasuk menyita satu unit helikopter yang digunakan mobilisasi bahan bakar, bama, dan serta menahan para penambang ilegal di lokasi tambang itu.

Kemudian para pelaku dan barang bukti diserahkan kepada Polda Papua Barat untuk ditindak sesuai dengan perbuatan mereka. Kaitan dengan apa yang sudah diaspirasikan oleh Filep Wamafma, Kasdam menyatakan akan segera ditindaklanjuti dengan membentuk tim untuk mengecek langsung ke lokasi.

Bahkan kata Kasdam, panglima tidak bermain-main dengan adanya pengrusakan alam, bahkan anggota yang diduga terbukti terlibat back up kegiatan tambang itu, langsung ditindak tegas. Oleh karena itu, pihak Kodam Papua Barat segera lakukan pemantauan lokasi tersebut.

Filep Wamafma dalam kesempatan itu mengutarakan, semoga ada solusi terbaik agar tambang emas di daerah Wariori, bahkan Kebar di Tambrauw, dan daerah lainnya di Papua Barat untuk segera dipantau, baik oleh Kodam maupun Polda Papua Barat.

Dia menambahkan masyarakat disana membutuhkan satu lembaga hukum yang legal untuk mengelola tambang emas secara profesional, sehingga hasil kekayaan alam masyarakat adat setempat memberikan manfaat kepada mereka. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery