pasang iklan

Filep Wamafma: Pemda Siapkan Anggaran Untuk Cegah Corona

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Senator DPD Republik Indonesia asal dapil Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum setelah mendapat informasi resmi dari bagian Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Corona-Virus (Covid-19) Papua Barat tentang kesiapsiagaan dalam pencegahan wabah Covid-19 di daerah ini.

Filep Wamafma berpendapat bahwa kebijakan dari pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden harus diperhatikan oleh seluruh kepala daerah di kabupaten, kota, provinsi, pejabat teras TNI, Polri, BUMD, BUMN, dan pejabat OPD untuk menyikapi persoalan Covid-19.

Kepada awak media (wartawan), Senin (23/3), sesaat setelah diskusi diruang Sekretariat Satgas Covid-19 Papua Barat, Filep menuturkan bahwa ketika di kabupaten dan kota tidak melaporkan perkembangan informasi virus corona ini, maka semakin berbahaya bagi masyarakat.

"Untuk mendukung kebijakan pemerintah Pusat menangani kasus Corona ini, maka semua pihak harus saling mendukung sehingga memerangi adanya virus Corona tersebut," pinta Filep Wamafma.

Lebih lanjut, Filep menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran untuk mendukung pihak medis dan tim satgas melakukan pencegahan virus ini. Salah satu yang perlu diperhatikan dan menjadi urgen adalah sarana prasarana penunjang kesehatan.

"Satgas sendiri mengaku sekarang ini alat kesehatan, seperti masker, antiseptik kosong di apotek, dan rumah sakit, bahkan Dinkes sendiri tidak memiliki stok, maka ini menjadi persoalan" ujar Filep.

Apalagi ketika diskusi bersama satgas Covid-19 Papua Barat, ternyata satu kendala saat ini adalah sarana prasarana kesehatan belum memadai, sehingga petugas kesehatan terkendala.

Di samping itu sesuai data satgas yang dilaporkan bahwa sebanyak 64 orang pasien di Papua Barat masuk status pengawasan Covid-19, sehingga kondisi seperti ini tidak boleh dianggap remeh, tetapi bagaimana kehadiran pemerintah melalui kebijakan kepala daerah untuk lakukan pencegahan.

Oleh karenanya semua program kegiatan yang belum terlalu urgen untuk dihentikan, lalu anggaran dialihkan untuk mendukung kerja tim medis dalam pengawasan dan lakukan pencegahan Covid-19 di kabupaten, kota se Papua Barat.

Bahkan kata dia, di kabupaten Wondama yang dinilai tidak terlalu ramai, bisa terdapat pasien dalam pengawasan Covid-19, maka hal ini tidak boleh dibiarkan, tetapi dilakukan pencegahan sesegera mungkin.

Satu hal yang lebih penting adalah bagaimana ASN yang diliburkan untuk bekerja di rumah untuk setidaknya diarahkan melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 ditengah masyarakat, misalnya dilingkungan tempat tinggal ASN, sehingga ASN tidak meggunakan libur kantor untuk bersantai.

"Disisi lain kita harus melihat petugas kesehatan di rumah sakit, puskemas dan tim satgas yang dinilai lebih setengah mati kerja dalam melaksanakan tugas ini" kata Filep.

Menurut dia, pemerintah tidak boleh diam menunggu ada pasien terinfeksi corona baru melakukan pencegahan. Artinya kalau saat ini masih ada pasien yang berstatus ODP (orang dalam pengawasan), maka tindakan pencegahan segera diambil.

Untuk lebih jelasnya, Filep menambahkan, pemerintah pusat sudah mengeluarkan instruksi dari kementerian keuangan untuk pemerintah daerah keluarkan anggaran membiayai masalah corona- virus saat ini.

"Tidak ada alasan untuk anggaran tidak siap, sebab kebijakan sudah jelas dari Presiden, maka semua yang berkaitan dengan penanganan virus Corona harus dibiayai" jelas Wamafma. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

  • Kiersten

    Hi, I do think this is a great blog. I stumbledupon it ;) I may come back once again since i have book marked it. Money and freedom is the best way to change, may you be rich and continue to help other people. I really like what you guys are up too. T

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery