Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba. (Foto: Warpur)
MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM – Ujian Nasional untuk SMA dan SMK di kabupaten, kota se Papua Barat sudah siap 90 persen. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba.
Secara khusus untuk pelaksanaan UN maupun ujian akhir sekolah (UAN) SMA dan SMK akan dibiayai oleh Pemprov Papua Barat sebesar Rp 11 miliar melalui Dipa dinas pendidikan provinsi Papua Barat.
Terkait kesiapan sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Papua Barat, Dowansiba menjelaskan bahwa sesuai pantauan mereka di kabupaten, kota yang paling siap melaksanakan UNBK adalah kabupaten Kaimana dan daerah lainnya masih fifti-fifti.
Lantaran kabupaten Kaimana telah siap UNBK, maka dinas pendidikan tidak perlu mengantar soal ujian lagi. Sedangkan kabupaten lain yang belum ada laporan dan kepastian UNBK harus menerima soal-soal ujian langsung dari dinas pendidikan Papua Barat.
“Mulai tanggal 10 Maret kita sudah distribusi soal-soal ujian ke masing-masing sekolah di kabupaten, kota. Jadi saya sampaikan juga bahwa kesiapan UAS sudah berlangsung, dan termasuk UN sudah sangat siap Minggu depan” ungkap Dowansiba setelah apel gabungan ASN Pemprov Papua Barat, di kabupaten Manokwari, Senin, (9/3).
Perlu diketahui bahwa SMA dan SMK ditanggung oleh Provinsi Papua Barat, sehingga sebelum memasuki ujian nasional biaya seegera ditransfer ke masing-masing sekolah.
“Minggu ini sebelum memasuki UN uang segera ditransfer ke masing-masing sekolah sehingga tidak ada alasan sekolah mengeluh dengan biaya ujian lagi” janji Dowansiba.
Lebih lanjut kata Dowansiba, ujian nasional akan berlangsung pada 17 Maret 2020. Dimana siswa/siswi yang terdaftar secara resmi dan telah siap untuk mengikuti UN serentak di Papua Barat sebanyak 8 ribu lebih.
Kesiapan UN di Papua Barat diklaim 90 persen sudah siap, baik kesiapan dari biaya, soal-soal ujian dan lainnya sudah sangat siap sekali.
Ditanya terkait biaya UN yang kadang terlambat seperti tahun-tahun sebelumnya, ditegaskan Dowansiba bahwa kali ini tidak akan terlambat. Bahkan jelas dia, biaya ujian kompetensi bagi SMK sudah ditransfer sekaligus.
“Nilai anggaran untuk ujian SMA/SMK tahun 2020 sebesar Rp 11 miliar. Tidak hanya anggaran untuk UN, tetapi dinas pendidikan juga memberikan bantuan per siswa didalam kota Rp 90 ribu dan sekolah di luar kota berkisar Rp 140 ribu dan 110 ribu. Artinya bantuan ini bagi siswa/siswi tapi dikelola oleh masing-masing sekolah” tambah dia. (WRP)
Share This Article