pasang iklan

Sebby Sambom Sebut, TPNPB Sudah Kuasai Areal Pertambangan Freeport

JAGAPAPUA.COM – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui juru bicaranya Sebby Sambom, saat dihubungi media Jurnalis jagapapua.com, menyatakan bahwa TPNPB sudah berhasil memasuki dan menguasai areal pertambangan PT. Freeport Indonesia.

Hal itu diperkuat dengan pernyataan Juru bicara TPNPB Sebby Sambom yang mengungkapkan, sudah terjadi penyerangan diwilayah Grasberg, meliputi dari Mile 69, Mile 64-67, area Helipad lama serta bukit barat di kota Tembagapura.

Menurut sebby, medan peperangan tersebut jauh sebelumnya telah ditentukan yakni, disepanjang jalan areal pertambangan, dimulai dari highland hingga sampai lowland menjadi medan pertempuran TPNPB.

“Perang yang terjadi tidak hanya di kampung Banti, Opitawak, Kimbeli dan Orwanob tetapi juga di lingkungan perusahaan tambang Freeport. Sasaran utamanya akan diserang di setiap office, produksi dan maintenance tergantung iklim di daerah itu.”kata Sebby.

“Jadi Medan pertempurannya akan dipusatkan di Sepanjang Areal pertambangan Freeport entah dalam kondisi jurang ataupun terjal sekalipun,” tegasnya.

Masih menurut Sebby Sambom, berdasarkan data informasi yang dihimpun, satu helikopter sudah ditembaki TPNPB tepatnya heliped lama, Bukit Barat. Kemudiaan 2 unit Avanza juga dikenai peluru pada bodi mobil di Mile 69 pada hari minggu,(08/03/2020).

Sebby Sambom mengklaim, bahwa informasi bisa dibenarkan, lantaran media Suara Wiyaimana Papua mendapatkan informasi aktual langsung dari lapangan, melalui salah satu anggota TPNPB yang bergabung kedalam medan pertempuran tersebut.

Selain itu, seperti dilansir nytimes.com telah terjadi baku tembak selama seminggu penuh antara pasukan keamanan dan kelompok pemberontak di dekat tambang emas terbesar di dunia di wilayah Papua paling timur Indonesia.

Peperangan itu menyebabkan hampir 2.000 penduduk desa melarikan diri pada Sabtu kemarin. Bentrokan dimulai pada 29 Februari di dekat tambang tembaga dan emas Grasberg di provinsi Papua.

Bahkan sudah menewaskan seorang polri dan melukai tiga lainnya, demikian ungkap Polda Papua Paulus Waterpau pada awak media.

Jauh sebelumnya, pemberontakan telah dimulai semenjak negara Indonesia mengintegrasikan Papua masuk dalam Indonesia secara resmi pada tahun 1969 selepas menyelenggarakan Papera.

Hal yang sama juga dialami dan diketahui para delegasi Parlemen Republik Indonesia saat berkunjung di Freeport pekan lalu, menurut Kapolda Papua Paulus Waterpau, telah terjadi baku tembak antara TNI-POLRI dan TPNPB di jalan menuju arah Freeport.

Lanjut Waterpau, para penyerang yang diyakini anggota Tentara Pembebasan Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka, menyergap patroli polisi dari sebuah bukit pada 29 Februari, hingga menewaskan seorang perwira dan melukai dua lainnya.(RS)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery