pasang iklan

Simak Seruan Umum Tutup Freeport dari OPM-TPNPB

Bulan Maret baru berjalan beberapa hari, namun publik dikejutkan oleh sebuah utas viral di Facebook Mecky Yeimo; “Seruan Umum Tutup Freeport” yang dikeluarkan oleh OPM-TPNPB. Utas ini sangat perlu disimak, di sela-sela perjuangan pelurusan sejarah dan penegakan Hak Asasi Manusia di bumi Papua. Mata batin perlu dibuka, agar seruan ini bergema dalam diri manusia Papua. Untuk keaslian seruan ini, redaksi mengutipnya sebagai berikut:

Syukur BagiMu Tuhan, Hai Tanahku Papua.

Kepada Rumpun Melanesian Rakyat Bangsa Papua dari Sorong sampai Samarai yang kami cintai.

Kepada Masyarakat Indonesia dan Masyarakat International yang kami hormati.

Perjuangan bangsa Papua adalah perjuangan untuk mempertahankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, Hak Asasi Manusia, demokrasi dan supremasi hukum yang berlaku bagi kedamaian dan keadilan dunia.

Akar masalah perjuangan bangsa Papua ialah pelecehan Hak dan martabat bangsa Papua, dan perang yang terus berlanjut antara TPNPB melawan TNI-POLRI sejak tahun 1963 hingga 2020, serta realitas Rakyat Papua yang menjadi miskin diatas tanahnya yang kaya. Hal itu adalah akibat dari kepentingan ekonomi asing di bumi Papua karena kontrak Karya Freeport McMoRan secara Ilegal pada 7 April 1967 oleh Amerika adalah konspirasi ekonomi dan pelaksanaan PEPERA 1969 yang tidak demokratis berdasarkan New York Agreement 15 Augustus 1962 juga ilegal karena tidak melibatkan Orang Papua sebagai subjek pemilik hak wilayahnya atas tanah dan bangsa Papua.

Konspirasi ekonomi international yang memalangkan nasib bangsa Papua dari waktu ke waktu dan penghancuran kredibilitas negara Indonesia di mata International yang melakukan pelanggaran HAM berat di Papua adalah akar masalahnya karena Freeport McMoRan.

Maka itu kami Organisasi Papua Merdeka O.P.M, sebagai Organisasi Induk perjuangan bangsa Papua yang memiliki legitimasi tertinggi terhadap perjuangan kemanusiaan bangsa Papua MENGHIMBAU DAN MEMINTA DUKUNGAN MORAL kepada seluruh Rakyat Melanesia dan Pasifik, dan Rakyat Indonesia serta masyarakat International untuk bersama-sama mendukung perang Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat “TPNPB” untuk menutup pertambangan PT. Freeport McMoRan dan mendesak kepada Amerika, Indonesia, Belanda dan PBB supaya segea berunding dengan kami OPM TPNPB sebagai aktor utama perjuangan bangsa Papua untuk menyelesaikan seluruh masalah yang berkomplikasi terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia Papua berdasarkan hukum-hukum yang berlaku Secara universal.

Mobilisasi umum Rakyat Papua, Rakyat Indonesia dan masyarakat International untuk mendukung aksi “Tutup Freeport McMoRan” dilimpahkan kepada masing-masing organisasi Politik perjuangan bangsa Papua yang berbasis di seluruh Tanah Papua dan seluruh Indonesia serta di tingkat International untuk menjadi solidaritas bersama “Tutup Freeport McMoRan”

Demikian seruan tutup Freeport ini dikeluarkan oleh Organisasi Papua Merdeka O.P.M bersama Sayap militernya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat “TPNPB”.

Atas perhatian dan kerja samanya kami menyampaikan banyak terimakasih dan Tuhan Allah Bangsa Papua memberkati kita sekalian.

 

Terkait seruan “Tutup Freeport McMoRan” ini, kami mohon dukungan penuh oleh “KNPB, AMP, Dewan Gereja Papua, Tokoh-Tokoh Gereja, Adat, Pemuda dan Mahasiswa, Perempuan, Kaum Buruh dan Tani, Pro Demokrasi Indonesia, Tokoh Agama Islam dan Kristen Serta Seluruh Masyarakat Asia Pasifik Dan Masyarakat International.

 

Dikeluarkan dari Markas Besar OPM-TPNPB VICTORIA, pada tanggal 07 Maret 2020.

Penanggung Jawab Politik Perjuangan Bangsa Papua

KETUA OPM-TPNPB: Jeffrey Bomanak

JURU BICARA TPNPB: Sebby Sambom

Sedikit mengulas dalam bingkai demokrasi, seruan ini merupakan sebuah keprihatinan anak-anak Papua terhadap kondisi “keterasingan di rumah sendiri”. Keterasingan adalah sebuah awal dari perbudakan modern, dimana kapitalisme (dan neo-kapitalisme) menggerogoti fondasi peradaban asli, dan menyingkirkan semua pemilik “surga kecil yang jatuh ke bumi”. Lalu di mana Indonesia? Apakah jawaban “bahwa persoalan Papua sudah selesai dalam New York Agreement” memuaskan masyarakat yang berkemanusiaan yang adil dan beradab? Semoga Grasberg tidak tinggal nama tanpa jasa!**

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery