MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Papua Barat, Eli Wayoi, S.Sos mengatakan bahwa dana yang disiapkan pemerintah untuk pendidikan terbilang besar, sebab bersumber dari APBN, APBD tingkat provinsi dan kabupaten, namun ternyata hanya sebatas didengar besarannya.
Meskipun dana pendidikan sangat besar secara Nasional tetapi faktanya justru pihak sekolah terus diterpa masalah biaya. Akibatnya para guru di tingkat SD, SMP, SMA dan SMK mengeluh kepada PGRI.
Salah satu contoh dana bantuan operasional sekolah (BOS). Padahal menurut Wayoi, dana BOS sangat menunjang mutu pendidikan di daerah Papua Barat, namun dana tersebut sangat lambat dicairkan oleh pemerintah kepada pihak sekolah.
Kata Wayoi, sekolah sangat membutuhkan dana BOS untuk kebutuhan sekolah dalam hal menunjang mutu pendidikan. Lantaran dana tersebut lambat ditransfer, akibat pihak sekolah kurang biaya operasional sekolah, maka pihak sekolah harus membebani pihak orangtua murid.
Kenapa harus demikian, karena pihak sekolah tidak mendapat cukup dana setiap bulan untuk membayar guru honorer, maka iuran bulanan harus ditarik dari orangtua murid.
“Kita berharap ada perhatian serius dari pemerintah Pusat, kabupaten, kota tentang dana pendidikan di setiap sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan SMK” tambah Wayoi. (WRP)
Share This Article